BERITAMAGELANG.ID - Upaya penanganan pasca banjir lahar dingin gunung Merapi terus dilakukan pemerintah Kabupaten Magelang dibantu pusat. Ratusan relawan dari berbagai unsur terlibat dalam upaya penanganan ini dengan melaksanakan bersih-bersih sampah yang menumpuk di Sabo Dam PA-C Srowol Sungai Pabelan Desa Progowati Kecamatan Mungkid, Sabtu (7/3/).
Di sabo dam ini, masih banyak tumpukan sampah yang tersangkut, berupa gelondongan kayu berbagai ukuran dan sampah lainnya.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Magelang, David Rudianto mengatakan, setelah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini BBW Serayu Opak (BBWSO), maka dilaksanakan bersih-bersih di sabo dam Srowol sungai Pabelan. Pemkab Magelang mengerahkan relawan dari BPBD, warga desa dan PUPR sendiri.
âKalau saya lihat di lapangan, setidaknya ada lebih dari 100 personil yang terlibat dalam aksi ini," kata David.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaan bersih-bersih sungai ini, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengerahkan armada pengangkut sampah. Sedangkan sampah berupa material kayu dibuang di desa setempat.
Sebagaimana diketahui, sungai Pabelan yang melintas di desa Srowol Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang ini, diterjang banjir lahar dingin usai diguyur hujan lebat di atas gunung Merapi beberapa hari lalu. Jarak antara puncak gunung Merapi dengan sungai Srowol ini sekitar 10 hingga 15 km.
Dalam pelaksanaan bersih-bersih sungai ini, petugas cukup menemui kendala karena harus mengangkat gelondongan kayu ukuran kecil hingga besar dan panjang. Petugas menggunakan alat berat dan mengangkat dari atas jembatan. Setelah berhasil diangkat, relawan lain langsung memotong-motong batang kayu menggunakan gergaji senso listrik kemudian dimasukkan alam dump truk untuk dibuang di desa setempat.
âTadi pak Kades yang akan menangani sampah di sungai ini," terang David.
Riva Shofiarto, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan Sumber daya Air pada BBWSO menjelaskan, pemerintah pusat dalam hal ini BBWSO dan Pemerintah Kabupaten Magelang bekerja sama dalam membersihkan material yang ada di sabo dam Desa Srowol Kecamatan Mungkid.
Kejadian banjir lahar dingin akibat cuaca ekstrem beberapa hari lalu, menyebabkan banjir di beberapa sungai yang berhulu di Gunung Merapi, seperti sungai Senowo, Trising dan Pabelan.
Saat ini, dilakukan penanganan darurat di Sabo dam Srowol. Selanjutnya juga akan dilaksanakan pembersihan di 3 sabo dam lainnya yang masih berada di sungai Pabelan dan Trising.
âTiga Sabo dam di sungai Pabelan dan 1 sungai Trising memang membutuhkan penanganan darurat," terangnya.
Riva mengatakan, sabo dam ini difungsikan untuk menahan sedimen agar material sampah maupun material vulkanik bisa tertahan. Sabo dam ini berfungsi dengan baik karena mampu menahan sedimen , sehingga yang lari ke hilir tidak terlalu banyak.
Diakui, setelah kejadian banjir, daya tampung sabo dam menjadi penuh, sehingga dilakukan normalisasi agar ke depan bisa dibuka lagi tampungannya.
"Apabila ada kejadian lagi, maka material yang turun ada tampungannya lagi," ujarnya.
Sejauh ini belum diketahui berapa volume kubik material vulkanik yang turun, karena masih fokus pada penanganan darurat.
Diakui Riva, material gelondongan kayu cukup menghambat lajunya air melalui driblle atau lubang aliran air pada sabo dam. Karena itu, pembersihan kayu harus segera ditangani.
0 Komentar