BERITAMAGELANG.ID - Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur kawasan hulu Gunung Merapi pada Selasa (3/3) sejak siang hingga sore hari mengakibatkan terjadinya banjir lahar di alur Sungai Senowo. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di Dusun Dadapan, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang tersebut berdampak hingga wilayah hilir, termasuk Desa Paten dan sejumlah titik lainnya di Kabupaten Magelang.
Peningkatan debit air secara signifikan yang disertai material vulkanik berupa pasir, batu, dan lumpur menyebabkan aliran lahar bergerak cepat dan membawa daya rusak besar. Saat kejadian, masih terdapat aktivitas masyarakat serta kendaraan operasional penambangan di sekitar alur sungai. Arus lahar yang datang secara tiba-tiba menyeret sejumlah warga dan kendaraan di wilayah alur sungai Senowo.
Berdasarkan data sementara, satu orang meninggal dunia atas nama Imam Setiawan (21), warga Kota Semarang. Enam orang lainnya mengalami luka-luka dengan kategori ringan hingga sedang. Dua korban masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara empat lainnya telah diperbolehkan pulang. Empat orang lainnya dilaporkan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Pada malam harinya, Rabu (4/3) pukul 23.00 WIB, BPBD Kabupaten Magelang menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Rencana Operasi Penanganan Banjir Lahar Gunung Merapi bersama Bupati Magelang, Komisi VIII DPR RI, dan Basarnas di Ruang Rapat Pusdalops BPBD Kabupaten Magelang. Rapat tersebut membahas langkah taktis percepatan pencarian korban, penanganan darurat, serta strategi pemulihan awal.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menegaskan, fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah penanganan darurat dan pencarian korban yang belum ditemukan.
âIntensitas hujan yang sangat tinggi menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin di hulu Sungai Senowo. Hingga saat ini telah teridentifikasi satu korban meninggal dunia. Selain itu, terdapat indikasi empat orang lainnya yang belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian,â ujar Bupati saat memimpin rapat koordinasi di Pusdalops BPBD, Rabu (4/3).
Ia menyampaikan total korban luka berjumlah enam orang, dengan dua orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
âLangkah yang kami ambil saat ini adalah fokus pada penanganan darurat terlebih dahulu. Pencarian terhadap empat korban yang belum ditemukan akan dilanjutkan melalui penyisiran lanjutan di lokasi kejadian dengan melibatkan seluruh unsur terkait,â tegasnya.
Bupati juga menyoroti dampak kerusakan infrastruktur dan aksesibilitas wilayah terdampak.
âUntuk kerusakan, yang teridentifikasi antara lain jalan, jembatan, rumah, dan warung yang hanyut. Sejumlah kendaraan, termasuk sepeda motor dan truk, juga terdampak. Akses jalan terputus dan terdapat dua dusun yang terisolasi akibat putusnya jalan dan jembatan. Seluruhnya akan diidentifikasi kembali secara detail,â tambahnya.
Terkait kendaraan yang tertimbun material lahar, ia menjelaskan, pendataan masih berlangsung.
âAdapun jumlah kendaraan yang tertimbun material, data rinci masih dalam proses pendataan karena kejadian berlangsung cepat dan terjadi menjelang sore hari. Terdapat indikasi beberapa truk masih tertimbun material, sehingga kepastian jumlahnya akan diperoleh setelah proses identifikasi lanjutan,â ungkapnya.
Dalam rapat yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, memaparkan langkah teknis penanganan yang telah dan sedang dilakukan di lapangan.
âSejak laporan pertama kami terima, Tim Reaksi Cepat langsung kami turunkan untuk melakukan kaji cepat, pendataan korban, serta pemetaan dampak kerusakan. Fokus kami saat ini adalah pencarian empat korban yang belum ditemukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan,â jelas Bambang.
Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna memastikan efektivitas operasi.
âKami berkoordinasi intensif dengan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan. Penyisiran dilakukan di sepanjang alur Sungai Senowo dan titik-titik yang diduga menjadi lokasi penumpukan material,â katanya.
Selain korban jiwa dan luka, dampak signifikan juga terjadi pada sektor kendaraan dan infrastruktur. Tiga unit truk diketahui terseret arus sungai akibat derasnya aliran lahar. Sekitar 12 unit truk lainnya masih terjebak material pasir dan batu di sepanjang alur sungai dan belum dapat dievakuasi.
Kerusakan infrastruktur tercatat di sejumlah titik, di antaranya jembatan Sungai Kepil di Desa Paten yang dilaporkan terputus. Sejumlah jembatan lain turut terdampak, termasuk jembatan Surodadi di Kecamatan Sawangan, jembatan Kojor Semendi di Kecamatan Mungkid, serta jembatan Srowol di Kecamatan Mungkid. Akibatnya, akses antarwilayah terganggu dan dua dusun dilaporkan terisolasi sementara.
Di sektor pelayanan dasar, jaringan air bersih di Desa Keningar tidak berfungsi akibat terdampak aliran lahar. Kerusakan badan jalan terjadi di sekitar Pasar Suko dan ruas Jalan Talun, Muntilan. DAM Oprit Bandung di Desa Paten turut terdampak material. Dua bangunan usaha di Desa Progowati, Kecamatan Mungkid, juga mengalami kerusakan.
BPBD Kabupaten Magelang terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca dan debit sungai berhulu di Gunung Merapi. Imbauan kewaspadaan telah disampaikan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar sungai saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi di kawasan hulu.
Status penanganan saat ini masih dalam tahap tanggap darurat. Proses pencarian korban, pendataan kerusakan, serta asesmen lanjutan untuk kebutuhan rehabilitasi dan pemulihan awal masih terus berlangsung secara terkoordinasi. Pemerintah Kabupaten Magelang memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan secara terpadu guna mempercepat pemulihan kondisi di wilayah terdampak.

0 Komentar