BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul melalui program beasiswa mahasiswa berprestasi berbasis Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Penghargaan Pemuda Berprestasi Kabupaten Magelang Tahun 2026 yang digelar di Pendopo drh. Soepardi, Kompleks Setda Kabupaten Magelang, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang sosialisasi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana monitoring dan evaluasi terhadap mahasiswa penerima beasiswa angkatan pertama, sekaligus memperkuat arah kebijakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Magelang.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji dalam sambutannya menegaskan, program beasiswa prestasi ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang unggul dan kompetitif.
Menurutnya, mahasiswa yang hadir merupakan bagian dari generasi pilihan yang mendapatkan kesempatan melalui program berbasis prestasi, sehingga harus mampu memanfaatkannya secara maksimal.
"Kesempatan ini harus digunakan sebaik-baiknya. Program ini kita hadirkan untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Ini adalah pertama kalinya Kabupaten Magelang memiliki program mahasiswa berprestasi berbasis APBD," ujar Grengseng.
Ia juga menekankan, pembangunan daerah tidak akan pernah lepas dari peran ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, perubahan pola pikir dan peningkatan kualitas diri menjadi kunci dalam menentukan output pembangunan di masa depan.
"Berprestasilah, raih nilai terbaik, fokus belajar, dan kembangkan kompetensi. Masa depan daerah ini ada di tangan kalian," pesannya.
Lebih lanjut, bupati juga mendorong mahasiswa penerima beasiswa untuk membangun jejaring melalui organisasi, sebagai wadah kolaborasi dan penguatan peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga pada Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Anni Syarifah menjelaskan, kegiatan ini diikuti sekitar 200 mahasiswa dari Universitas Tidar yang merupakan penerima beasiswa angkatan pertama.
Ia menyebutkan kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi, tetapi juga sebagai upaya memberikan motivasi serta mendorong terbentuknya Ikatan Mahasiswa Berprestasi di setiap kampus.
"Melalui organisasi ini, mereka diharapkan dapat menjadi agen promosi program, sekaligus menjaring calon penerima beasiswa berikutnya," kata Anni.
Program beasiswa ini, lanjutnya, memiliki mekanisme seleksi berbasis desa, dimana calon peserta harus mendapatkan rekomendasi dari kepala desa setempat. Hal ini dilakukan untuk memastikan pemerataan kesempatan serta menjaring potensi terbaik dari seluruh wilayah Kabupaten Magelang.
Pada angkatan pertama, jumlah penerima beasiswa mencapai 513 mahasiswa, meskipun target awal lebih tinggi. Untuk angkatan kedua, pemerintah daerah menargetkan peningkatan jumlah penerima hingga 600 mahasiswa.
"Pendaftaran untuk angkatan berikutnya rencananya akan dibuka kembali pada Agustus atau September 2026. Saat ini masih dalam tahap sosialisasi," tambahnya.
Ia berharap para mahasiswa berprestasi ini dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis SDM.
Salah satu penerima beasiswa, Farhan, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diperolehnya. Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tidar ini menyebut program tersebut tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas akademik.
"Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini, apalagi direkomendasikan langsung oleh desa. Program ini juga mendorong kami untuk terus mengembangkan ilmu, salah satunya melalui penulisan makalah," ungkapnya.
Ia juga menyambut baik pembentukan Ikatan Mahasiswa Berprestasi sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan diri.
"Dengan adanya organisasi ini, kami bisa saling mendukung dan ikut mensosialisasikan program ini kepada generasi berikutnya," tambah Farhan.
@kominfomagelang Dalam rangka Waisak 2570 BE, bakti sosial pengobatan gratis WALUBI kembali hadir di Candi Borobudur. Melibatkan ribuan tenaga medis lintas agama, tradisi selama 30 tahun ini terus berlanjut demi meringankan beban sesama. Selamat Hari Raya Waisak 2026. #waisak #vesak #borobudur #magelang24jam ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar