Hari Lahir Pancasila, Bupati Magelang Beri Penghargaan Pelajar Berprestasi

Dilihat 86 kali

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan menggelar upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Magelang Grengseng Pamuji di Lapangan drh. Soepardi, Sawitan, Senin (1/6/2026). 

Dalam momentum tersebut, Pemkab Magelang juga memberikan penghargaan kepada 83 pelajar yang berhasil meraih nilai 100 (Istimewa) pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Pelajaran 2025/2026 mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik yang berhasil diraih para siswa. Penerima penghargaan terdiri atas 38 siswa Sekolah Dasar (SD), tujuh siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan 38 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Selain menjadi ajang pemberian penghargaan kepada pelajar berprestasi, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini juga menjadi momentum memperkuat komitmen kebangsaan.

Pemerintah Kabupaten Magelang juga menyerahkan secara simbolis bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Desa Pesidi Kecamatan Grabag, Desa Candirejo Kecamatan Borobudur, Desa Candiretno Kecamatan Secang, dan Desa Banyusari Kecamatan Tegalrejo.

Selain itu, diserahkan pula pohon konservasi kepada komunitas Jogo Tuk melalui Pemerintah Desa Wonolelo Kecamatan Sawangan, Desa Sriwedari Kecamatan Salaman, dan Desa Sewukan Kecamatan Dukun sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan sumber daya air.

Dengan mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", upacara berlangsung dengan khidmat yang diikuti oleh jajaran Forkopimda, aparatur sipil negara, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

Membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, bupati menegaskan, Pancasila merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang dimiliki Indonesia.

"Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang rukun, damai, dan berkeadilan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus dihidupkan dalam tindakan nyata di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun pemerintahan," kata Grengseng.

Menurutnya, tantangan global yang semakin kompleks menuntut seluruh elemen bangsa untuk memperkuat nilai-nilai gotong royong, toleransi, dan persaudaraan.

"Oleh karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat serta mampu menjadi agen persatuan di era digital," pesannya.

Grengseng berharap semangat kebangsaan semakin mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat sehingga Kabupaten Magelang dapat terus menjadi daerah yang rukun, damai, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila dan pemberian penghargaan kepada pelajar berprestasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Kabupaten Magelang yang maju, harmonis, dan sejahtera.

Salah satu penerima penghargaan, Arendra Bagaskara dari SD Negeri Secang 1, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan berprestasi.

"Terima kasih banyak atas dukungan dan apresiasi yang telah diberikan. Semoga penghargaan ini bermanfaat dan membawa berkah. Saya berharap penghargaan ini juga dapat menjadi penyemangat bagi adik-adik kelas untuk terus belajar dan meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang," ujar Arendra.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.

♬ original sound - kominfomagelang