BPBD Kabupaten Magelang Tanamkan Budaya Sadar Bencana dalam MPLS

Dilihat 48 kali
Sosialisasi kebencanaan di SMAN 1 Kota Mungkid

BERITAMAGELANG.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan memberikan edukasi kebencanaan kepada peserta didik baru selama pekan pertama MPLS, pada 13-17 Juli 2026.

Mengusung tagline "Siap untuk Selamat", kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran, kepedulian, dan budaya tangguh bencana sejak dini kepada para peserta didik. Melalui edukasi yang menyenangkan dan interaktif, diharapkan siswa menjadi lebih familiar dengan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar serta memahami langkah-langkah antisipasi yang tepat untuk melindungi diri ketika bencana terjadi.

Selama lima hari pelaksanaan, tim BPBD Kabupaten Magelang telah melaksanakan edukasi kebencanaan di 17 sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMA/MA dan Pondok Pesantren, yaitu SD Tanjungsari Borobudur, SMP Syubannul Wathon, SD Pabelan 3, SMP Negeri 1 Tegalrejo, SD Zaid bin Tsabit 3, SD Somokaton 2, SMA Negeri 1 Kota Mungkid, SD Negeri Sumber, SMP Ma'arif Borobudur, SMA Negeri 2 Grabag, SMA 2 Grabag, Pondok Pesantren MTs MA Al Iman Muntilan, MAN 1 Kabupaten Magelang, SMA Negeri 1 Mertoyudan, SMP Islam Terpadu Harapan Insan Sawangan, SD Rambeanak 1, dan SD Paripurno Salaman.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di Kabupaten Magelang, langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan, serta simulasi gempa bumi yang dilanjutkan dengan praktik evakuasi menuju titik kumpul yang aman. Melalui penyampaian materi dan praktik secara langsung, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman dalam mengambil tindakan yang tepat saat menghadapi kondisi darurat.

Program ini sekaligus menjadi bentuk dukungan BPBD Kabupaten Magelang dalam mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). SPAB merupakan upaya membangun satuan pendidikan yang memiliki budaya sadar risiko bencana melalui tiga pilar utama, yaitu tersedianya fasilitas sekolah yang aman, pengelolaan bencana di lingkungan sekolah yang terencana, serta pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan. Dengan demikian, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar yang aman, tetapi juga mampu melindungi seluruh warga sekolah serta membentuk generasi yang siap dan tangguh menghadapi bencana.

Kepala Sekolah SD Zaid bin Tsabit 3, Siti Muslimah menyampaikan, pihaknya sangat terbantu dengan adanya sosialisasi kebencanaan untuk anak didiknya.

"Semuanya nampak antusias dari proses sosialisasi hingga simulasi, semoga anak-anak bisa menerapkan di kehidupan sehari-hari," ucapnya.

Meningkatnya permintaan sosialisasi kebencanaan dari berbagai sekolah menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya pengurangan risiko bencana terus meningkat. Hal tersebut menjadi sinyal positif sekaligus memberikan semangat bagi BPBD Kabupaten Magelang untuk semakin masif mengenalkan edukasi kebencanaan sejak usia dini. Partisipasi aktif sekolah dalam menghadirkan materi kebencanaan juga menjadi langkah nyata dalam membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto menyampaikan, edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Anak-anak diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan pengetahuan tentang kesiapsiagaan kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Magelang berharap peserta didik mampu mengenali potensi ancaman bencana di sekitarnya, memahami langkah mitigasi dan penyelamatan diri, serta menjadi agen penyebarluasan budaya sadar bencana di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

"Semangat "Siap untuk Selamat" diharapkan dapat terus tumbuh sehingga terwujud generasi Kabupaten Magelang yang lebih siap, tangguh, dan mampu mengurangi risiko bencana sejak dini," pungkasnya.

 Simulasi Gempa Bumi di SD Paripurno Salaman

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 📢 Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Ketentuan di Bidang Cukai Dinas Perdagangan, Koperasi & UKM Kabupaten Magelang menggelar sosialisasi ketentuan di bidang cukai pada Kamis, 9 Juli 2026. Materi yang dibahas meliputi: ✅ Pengertian, fungsi, dan jenis Barang Kena Cukai (BKC) ✅ Cara membedakan rokok resmi dan rokok ilegal ✅ Aturan distribusi, penjualan, dan penyimpanan minuman beralkohol Kegiatan ini diikuti oleh Satlinmas, Babinsa, dan perangkat Desa Borobudur sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta pengawasan terhadap peredaran Barang Kena Cukai. 🚫 Bersama hentikan peredaran barang ilegal demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat. #GempurRokokIlegal #Cukai #magelang #Borobudur ♬ original sound - kominfomagelang