BERITAMAGELANG.ID - Para pedagang kaki lima (PKL) di lapangan drh. Soepardi Kota Mungkid akan segera mendapat lapak berjualan yang lebih nyaman dan tertata. Pemerintah Kabupaten Magelang menyalurkan dana mitra Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk menata kawasan PKL di lapangan drh. Soepardi Kota Mungkid sebagai upaya pemberdayaan pelaku usaha kecil.
Ketua Paguyuban PKL Barokah drh. Soepardi, Suhardi menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan lapak yang telah lama dinantikan para pedagang.
"Alhamdulillah, setelah sekian lama akhirnya pembangunan lapak ini dapat terlaksana berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Magelang dan para mitra TJSL. Semoga para pedagang semakin tertib, usahanya semakin maju, dan kawasan ini menjadi lebih nyaman bagi masyarakat,â ucapnya saat mengikuti seremoni peletakan batu pertama pembangunan lapak PKL tersebut, Jumat (17/7/2026).
Melalui pembangunan lapak PKL ini, Pemerintah Kabupaten Magelang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang publik yang tertata, mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan, serta memperkuat budaya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pembangunan lapak PKL ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Magelang dengan sejumlah perusahaan dan institusi yang menyalurkan dana TJSL sebagai bentuk kepedulian terhadap penataan kawasan publik sekaligus pemberdayaan pelaku usaha kecil.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, Nanang Triagung Edi menjelaskan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan Lapangan drh. Soepardi sebagai ruang terbuka hijau sekaligus wajah ibukota Kabupaten Magelang.
"Sebanyak 36 lapak semi permanen akan dibangun dan diperuntukkan bagi anggota Paguyuban PKL Barokah yang selama ini telah berjualan di kawasan tersebut dan pembangunan ditargetkan rampung sebelum 17 Agustus 2026, sehingga kawasan sudah tertata dengan baik saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," jelasnya.
Ia berharap, kawasan Lapangan drh. Soepardi bisa menjadi ruang publik yang semakin nyaman, bersih, tertib, dan mampu mendukung aktivitas masyarakat, baik untuk berolahraga, bersantai, maupun menggerakkan perekonomian pelaku UMKM.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah berpartisipasi dalam pembangunan tersebut. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha, lembaga pendidikan, maupun institusi pelayanan kesehatan menjadi bukti bahwa pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bersama.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra yang telah memberikan dukungan nyata. Semangat gotong royong seperti inilah yang ingin terus kita bangun untuk mewujudkan Kabupaten Magelang yang semakin maju," ujar Grengseng.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada RSU Aisyiyah dan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang turut berkontribusi dalam pembangunan lapak PKL. Menurutnya, dukungan dari kedua institusi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan di bidang masing-masing, tetapi juga melalui partisipasi dalam pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Grengseng berharap pembangunan lapak ini tidak hanya menjadi solusi penataan PKL, tetapi juga menjadi awal lahirnya kolaborasi-kolaborasi baru dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Magelang.
"Kami berharap komunikasi dan kerja sama ini terus berlanjut. Tidak hanya pada kegiatan hari ini, tetapi juga dalam berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Pada kesempatan itu, Grengseng juga mengingatkan kepada para pedagang untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, dan fasilitas yang telah dibangun.
"Keberhasilan penataan kawasan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada komitmen para pedagang dalam merawat lingkungan usahanya," pungkasnya.
Ketua Tim Promosi Kemitraan dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Nugroho Agung Prabowo mengatakan, pembangunan lapak PKL merupakan bentuk komitmen mitra TJSL untuk mendukung pembangunan Kabupaten Magelang.
"Harapannya nanti sinergi antar mitra dapat terus berkembang dalam berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat,â kata dia.
Hadir pada acara peletakan batu tersebut, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, bersama mitra Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), jajaran perangkat daerah, serta perwakilan Paguyuban PKL Barokah.
@kominfomagelang 📢 Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Ketentuan di Bidang Cukai Dinas Perdagangan, Koperasi & UKM Kabupaten Magelang menggelar sosialisasi ketentuan di bidang cukai pada Kamis, 9 Juli 2026. Materi yang dibahas meliputi: ✅ Pengertian, fungsi, dan jenis Barang Kena Cukai (BKC) ✅ Cara membedakan rokok resmi dan rokok ilegal ✅ Aturan distribusi, penjualan, dan penyimpanan minuman beralkohol Kegiatan ini diikuti oleh Satlinmas, Babinsa, dan perangkat Desa Borobudur sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta pengawasan terhadap peredaran Barang Kena Cukai. 🚫 Bersama hentikan peredaran barang ilegal demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat. #GempurRokokIlegal #Cukai #magelang #Borobudur ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar