BERITAMAGELANG.ID - Korban hanyut di Sungai Progo wilayah Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Ahmad Rohadi (27), warga Dusun Pucungan, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, ditemukan tewas, oleh Tim SAR gabungan pada Selasa (26/5/2026) pagi setelah dilakukan operasi pencarian selama tiga hari.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Magelang, Cahyono Dwikarti Putra membenarkan, korban ditemukan oleh tim gabungan di wilayah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Korban atas nama Ahmad Rohadi telah ditemukan pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB di bantaran Kali Progo wilayah Dusun Ngrajun, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo dalam kondisi meninggal dunia," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).
Korban sebelumnya dilaporkan hanyut pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB saat menjala ikan bersama rekannya di aliran Sungai Progo wilayah Dusun Kerekan, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur.
Saat itu korban bersama Yahya Aji Setiawan melakukan aktivitas menjala ikan dan berusaha menyeberangi sungai sambil membawa jala. Rekan korban terlebih dahulu menyeberang hingga ke tengah sungai, kemudian korban mencoba menyusul. Namun korban diduga tidak kuat melawan derasnya arus Sungai Progo sehingga terbawa arus dan hanyut.
Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan dengan melempar tali jala ke arah korban, namun korban tidak berhasil diselamatkan dan hilang terbawa arus sungai.
Menerima laporan kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Magelang bersama Basarnas, TNI, Polri, PMI, relawan, komunitas arung jeram, dan masyarakat langsung melakukan operasi pencarian di sepanjang aliran Sungai Progo.
Pada hari pertama pencarian, tim gabungan melakukan asesmen lokasi kejadian dan penyisiran awal di sekitar titik korban dilaporkan hanyut. Namun proses pencarian sempat terkendala kondisi gelap dan terbatasnya jarak pandang sehingga operasi pencarian dilanjutkan keesokan harinya.
Operasi pencarian hari kedua, Senin (25/5/2026), dilakukan secara lebih intensif dengan melibatkan ratusan personel gabungan. Sebanyak tujuh perahu karet diterjunkan untuk melakukan penyisiran sungai dari titik awal kejadian hingga wilayah Samudera Raksa dengan jarak pencarian mencapai kurang lebih tiga kilometer.
Selain penyisiran melalui jalur sungai, tim SAR gabungan juga membentuk Search and Rescue Unit (SRU) darat untuk menyisir sisi kanan dan kiri bantaran Sungai Progo. Tim penyelam dari unsur Damkar turut diterjunkan guna melakukan pencarian bawah air pada titik-titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.
Satgas BPBD Kabupaten Magelang, Suroso mengatakan, operasi pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama kondisi medan di sepanjang bantaran sungai.
"Medan pencarian cukup berat karena ada beberapa akses bantaran sungai yang terjal dan terputus. Selain itu komunikasi HT juga sempat terkendala blank spot di sejumlah titik pencarian," jelasnya.
Meski menghadapi berbagai kendala, operasi pencarian tetap dilakukan secara terpadu oleh seluruh unsur SAR gabungan dengan memperluas area penyisiran hingga ke wilayah hilir sungai.
Pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB, korban akhirnya ditemukan oleh Tim SAR gabungan di bantaran Kali Progo wilayah Dusun Ngrajun, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.
Setelah ditemukan, proses evakuasi langsung dilakukan oleh tim gabungan sebelum jenazah korban dibawa ke RSUD Muntilan untuk penanganan lebih lanjut dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Cahyono menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian korban sejak hari pertama kejadian.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, relawan, komunitas arung jeram, aparat, dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan," ungkapnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel gabungan dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di aliran sungai, terutama ketika kondisi arus sungai deras dan berpotensi membahayakan keselamatan.
@kominfomagelang Acara penyambutan rombongan Biksu Tudong 2026 digelar di tempat ibadah Tri Dharma Hok An Kiong, Muntilan, Rabu, 27 Mei 2026. Sebanyak 50 Biksu dari berbagai negara turut serta dalam perjalanan spiritual ini. Terdiri dari 43 Biksu asal Thailand, 4 dari Malaysia, dan 3 dari Laos. Setelah dari Hok an Kiong untuk melanjutkan perjalanan ke vihara Mendut lalu berakhir ke candi Borobudur untuk acara puncak Waisak. #biksujalankaki #waisak #klenteng #magelang24jam ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar