BERITAMAGELANG.ID - Upaya pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di wilayah lereng Gunung Merapi terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Magelang bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan pipa jaringan air bersih bagi masyarakat terdampak di Kecamatan Dukun, Senin (30/3).
Penyerahan bantuan berlangsung di Desa Sumber dan dihadiri sejumlah pejabat daerah. Bupati Magelang yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bela Pinarsi menegaskan, bantuan ini menjadi langkah penting dalam memulihkan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih.
Dalam sambutannya, Bela Pinarsi menyampaikan Kabupaten Magelang merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Letaknya yang berada di kawasan lereng Gunung Merapi menjadikan daerah ini rentan terhadap bencana vulkanik maupun hidrometeorologi, seperti banjir lahar hujan, banjir, dan tanah longsor.
"Sebagaimana kita ketahui bersama, kondisi geografis Kabupaten Magelang menjadikan beberapa wilayah rawan bencana, terutama saat intensitas curah hujan tinggi," ujar Bela.
Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 3 Maret 2026 lalu menjadi salah satu peristiwa yang berdampak besar di wilayah ini. Curah hujan tinggi di kawasan hulu lereng Merapi memicu aliran material vulkanik berupa pasir, batu, dan lumpur yang terbawa melalui alur sungai, sehingga menyebabkan banjir lahar hujan.
Akibatnya, tidak hanya pemukiman warga dan infrastruktur yang terdampak, tetapi juga jaringan distribusi air bersih masyarakat mengalami kerusakan serius.
Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Magelang, kerusakan jaringan air bersih mencapai sekitar 39,8 kilometer. Kondisi ini menyebabkan terganggunya pelayanan air bersih bagi masyarakat di tujuh desa terdampak, yakni Desa Paten, Sewukan, Sengi, Sumber, Wates, Krinjing, dan Keningar.
Ribuan kepala keluarga di wilayah tersebut terpaksa mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari konsumsi hingga sanitasi.
"Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemulihan jaringan air bersih menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana," kata Bela.
Di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah, dukungan dari pemerintah pusat menjadi kunci percepatan penanganan. Bantuan pipa jaringan air bersih dari BNPB ini merupakan hasil fasilitasi Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo.
Bela Pinarsi menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut yang dinilai sangat membantu percepatan pemulihan kondisi masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wibowo Prasetyo atas dukungan dan fasilitasi sehingga bantuan ini dapat segera terealisasi," lanjut Bela.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo menjelaskan bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari upaya bersama untuk memulihkan kondisi masyarakat pascabencana, khususnya dalam penyediaan air bersih.
"Alhamdulillah bantuan dari BNPB sudah mulai datang. Masih ada beberapa truk yang dalam minggu ini akan menyusul, sehingga bantuan bisa diterima secara utuh," ungkapnya.
Ia berharap bantuan ini dapat menjadi langkah awal dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana di masa mendatang, serta jaringan dapat segera selesai sehingga kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi, risiko gangguan kesehatan dapat ditekan, dan aktivitas sosial ekonomi warga dapat kembali berjalan normal.
"Kami ingin masyarakat bisa kembali bekerja, beraktivitas, dan kehidupan ekonomi bisa berjalan normal kembali. Ke depan, mitigasi juga harus diperkuat agar dampak bencana dapat diminimalisir," tambahnya.
Menurutnya, bantuan ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam menghadapi bencana, sekaligus mempercepat kebangkitan wilayah lereng Merapi dari dampak bencana alam.
Kepala Desa Sumber, Maryono menyambut baik bantuan tersebut dan menyebutnya sebagai kebutuhan mendesak bagi warga.
"Bantuan ini sangat dibutuhkan, terutama untuk kebutuhan air bersih masyarakat kami di lereng Merapi," ujarnya.
Ia berharap proses distribusi dan pemasangan pipa dapat segera dilakukan agar kebutuhan air bersih masyarakat kembali normal.
Namun demikian, Maryono juga mengungkapkan masih banyak infrastruktur lain yang belum pulih sepenuhnya akibat bencana. Di antaranya adalah jaringan irigasi yang belum berfungsi serta sejumlah jalan yang rusak akibat longsor.
"Kami berharap ke depan infrastruktur seperti irigasi dan jalan evakuasi juga mendapat perhatian, sehingga dapat kembali berfungsi dengan baik," katanya.
@kominfomagelang Bupati Magelang Grengseng Pamudji memberangkatkan pemudik dari Magelang ke Jakarta Ada yang ikut rombongan pagi ini? 😉 #mudik #lebaran #rantau #magelang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar