BERITAMAGELANG.ID - Semangat kebersamaan, spiritualitas, dan kepedulian terhadap lingkungan berpadu dalam kegiatan Mlampah Sumarah 2 Nyawiji Ati lan Ngabekti yang diselenggarakan oleh Paguyuban Kadang Kinasih Kabupaten Magelang. Kegiatan yang dimulai dari Gereja Emanuel Ngawen pada Sabtu (9/5/2026) ini berhasil menarik sekitar 1.300 peserta dari berbagai daerah.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang jalan bersama, melainkan juga sarana refleksi spiritual yang mengajak peserta untuk menyatu dengan alam dan meningkatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bupati Magelang yang diwakili Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang, Joni Indarto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Paguyuban Kadang Kinasih yang telah menghadirkan kegiatan penuh makna ini," ujar Joni.
Ia menilai, Paguyuban Kadang Kinasih mampu menghadirkan semangat persaudaraan yang tidak hanya terjalin antar manusia, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap kelestarian alam. Meski baru berdiri sekitar satu tahun, paguyuban ini dinilai telah menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Joni mengungkapkan kegiatan ini memberikan dampak positif yang luas, baik dari sisi kesehatan maupun pemberdayaan masyarakat. Kehadiran peserta dari luar daerah seperti Jakarta, Semarang, Solo, Kendal, hingga Yogyakarta turut memberikan efek ekonomi bagi Kabupaten Magelang.
"Mlampah Sumarah ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menggerakkan potensi masyarakat. Kehadiran peserta dari berbagai kota tentu berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal," tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta diajak melalui empat pos yang sarat makna. Pada pos pertama, peserta diajak bersyukur atas hasil kerja keras para petani. Pos kedua mengingatkan pentingnya air sebagai sumber kehidupan. Di pos ketiga, peserta diajak berinteraksi dengan budaya dan adat istiadat setempat. Sementara di pos keempat, peserta kembali diingatkan pentingnya menjaga dan merawat sumber air.
Ketua Paguyuban Kadang Kinasih, Pantjaraningtyas Putranto menjelaskan, komunitas ini beranggotakan berbagai latar belakang profesi seperti PNS, pegawai BUMN, hingga TNI/Polri yang beragama Kristen.
Kegiatan ini juga diiringi aksi nyata pelestarian lingkungan berupa penanaman 100 bibit pohon serta penebaran indukan ikan di kawasan Sendang Manis Ngawen. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung ketahanan pangan lokal.
"Penanaman pohon ini adalah upaya menanam harapan bagi masa depan. Sementara penebaran indukan ikan bertujuan menjaga ekosistem perairan agar tetap seimbang," kata Pantjaraningtyas.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, diantaranya Anggota DPR RI, Vita Ervina serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Endrianingsih Yunita. Kehadiran peserta dari luar daerah diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
"Peserta kegiatan ini sekitar 1.300 orang, dengan pilihan rute 5 kilometer dan 9 kilometer," lanjutnya.
Ia berharap melalui Mlampah Sumarah ke-2, Paguyuban Kadang Kinasih tidak hanya menghadirkan kegiatan olahraga dan spiritual, tetapi juga menegaskan pentingnya harmoni antara manusia, budaya, dan alam. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi komunitas mampu menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.
@kominfomagelang ASN diimbau menyisihkan sebagian penghasilan dari tunjangan untuk berbelanja di warung tetangga (Blonjo Warung Tonggo). Gebrakan ini menjadi salah satu inovasi Pemerintah Kabupaten Magelang untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat. Gimana menurut kamu? #anyargress #blonjowarungtonggo #saptacipta #makmurrakyate
♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar