BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang melakukan soft launching dan sosialisasi Program Blonjo Warung Tonggo. Melalui program ini, aparatur sipil negara (ASN) diharapkan dapat berperan aktif menjaga dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menjelaskan, tahap awal Program Blonjo Warung Tonggo difokuskan pada wilayah percontohan di Kelurahan Sawitan, serta Desa Mendut dan Deyangan.
"Intinya adalah bagaimana kita semua, khususnya ASN bisa ikut berpartisipasi dalam mengamankan pertumbuhan ekonomi daerah," kata bupati.
Pada tahap awal ini pemerintah akan melakukan evaluasi dan intervensi, pengumpulan data, serta penyempurnaan sistem sebelum diterapkan secara lebih luas.
"Kita mulai dari tiga lokasi dulu. Dari sini kita kumpulkan data dan masukan untuk perbaikan sistem ke depan," ujarnya.
Bupati menekankan, Program Blonjo Warung Tonggo bukan sekadar program jangka pendek atau tren sesaat yang cepat hilang tanpa dampak nyata. Sebaliknya, program ini diharapkan menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan.
Jika ASN mampu memberikan teladan dengan berbelanja di warung tetangga, langkah tersebut akan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat mulai pemerintah desa, kecamatan, tenaga pendidik, hingga kelompok masyarakat lainnya.
"Kalau ASN bisa meneladani, saya yakin yang lain akan ikut. Ini harus jadi gerakan bersama," ajaknya.
Melalui program ini, Pemkab Magelang ingin menjaga keberlangsungan usaha kecil seperti warung kelontong dan usaha mikro lainnya yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Meski tidak menolak perkembangan ritel modern, pemerintah ingin memastikan pelaku usaha lokal tetap mampu bertahan dan berkembang.
Ke depan, sistem transaksi dalam program ini akan terus disempurnakan, termasuk penerapan transaksi digital berbasis QRIS agar lebih mudah, transparan, dan akuntabel. Dalam masa uji coba selama sekitar dua hingga tiga pekan, pemerintah membuka ruang masukan dan kritik dari berbagai pihak.
"Kami mohon masukan untuk penyempurnaan sistem. Setelah itu akan kita evaluasi," kata Grengseng Pamuji.
Peluncuran resmi program Blonjo Warung Tonggo direncanakan pada 20 Mei 2026, bertepatan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
"Saat itu kita harapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi berbasis masyarakat," harapnya.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang, Edi Wasono menjelaskan, sebagai tahap awal 155 pelaku UMKM dari Desa Mendut, Deyangan dan Kelurahan Sawitan lolos dalam tahap uji coba. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari total 266 usulan yang masuk.
"Yang terlibat ini adalah pelaku UMKM yang sudah siap, termasuk untuk transaksi non-tunai," kata Edi Wasono.
Dalam skema program, ASN didorong untuk mengalihkan sebagian pengeluaran ke dompet digital. Kemudian digunakan untuk bertransaksi langsung dengan pelaku UMKM di lingkungan sekitar. "ASN nantinya belanja di warung terdekat dengan tempat tinggalnya. Ini untuk menggerakkan ekonomi lokal," ungkapnya.
Edi Wasono menambahkan, program ini tidak menetapkan batas minimal transaksi. ASN diberikan kebebasan untuk menyesuaikan besaran belanja sesuai kemampuan masing-masing, mengingat perbedaan tingkat pendapatan di setiap golongan.
"Tidak ada batas minimal. Semua diserahkan pada kesadaran masing-masing," katanya.
Kepala Bidang UMKM pada Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang, Pujianto mengatakan, pihaknya menargetkan evaluasi awal dilakukan pada Juni 2026 untuk melihat sejauh mana dampak program terhadap perputaran ekonomi di tingkat UMKM.
"Jumlah ASN yang terlibat akan ditingkatkan secara bertahap. Pada tahun ini, ditargetkan sekitar 1.000 ASN dapat bergabung, dan akan terus bertambah pada tahun berikutnya," lanjutnya.
Hingga saat ini telah masuk sekitar 900 usulan warung dari ASN yang akan melalui proses kurasi. Seleksi dilakukan untuk memastikan program ini benar-benar menyasar pelaku usaha kecil, bukan usaha berskala besar.
"Yang kita dorong adalah warung kecil. Kalau yang besar sudah bisa bertahan sendiri," tegas Pujianto.
Ia menyebutkan, respon pelaku UMKM sangat positif. Banyak di antara mereka yang antusias mengikuti program ini dan siap beradaptasi dengan sistem transaksi digital.
"Para pedagang terlihat senang dan siap. Bahkan ada yang langsung membuka rekening untuk mendukung transaksi non-tunai," tambahnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Program Blonjo Warung Tonggo diharapkan mampu menjadi gerakan kolektif yang mendorong penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Magelang, dimulai dari lingkungan terdekat, yakni warung tetangga.
0 Komentar