Kolaborasi dengan Karanganyar, Pemkab Magelang Suguhkan Pentas Seni Wayang Kulit

Dilihat 24 kali

BERITAMAGELANG.ID - Pagelaran wayang kulit dalam rangka pertukaran budaya antara Kabupaten Magelang dan Kabupaten Karanganyar berlangsung meriah di Terminal Secang, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional ini menyedot perhatian ribuan warga Kabupaten Magelang.

Acara semakin semarak dengan penampilan lawak oleh para komedian seperti Kirun, Marwoto, dan Kadir yang menghibur masyarakat ditengah pementasan wayang kulit oleh dalang, KRA. H. Gunarto Talijenoro, SH, MM dengan lakon 'Kisah Cinta Wilutomo' dan diiringi sepesial karawitan Putri Wanito'Mbok.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada rombongan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, para seniman, budayawan, serta tamu undangan yang hadir. Ia menekankan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kerja sama kebudayaan antar daerah.

"Pertukaran budaya bukan sekadar menampilkan seni, tetapi menjadi ruang perjumpaan nilai, gagasan, dan jati diri. Budaya harus tetap hidup dan menjadi kekuatan dalam pembangunan," jarnya.

Ia juga menyoroti kekayaan budaya kedua daerah. Kabupaten Magelang dikenal dengan warisan sejarah seperti Candi Borobudur serta tradisi masyarakat di kawasan lereng Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Andong, dan Menoreh. Sementara Karanganyar memiliki kekuatan budaya yang berakar dari spiritualitas Gunung Lawu dan tradisi lokal yang masih terjaga.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang juga meluncurkan "Gerakan Sanggar Seni Sekolah" sebagai upaya pemajuan kebudayaan di kalangan pelajar. Hingga saat ini, program tersebut telah diikuti oleh 19 sekolah di wilayah Kabupaten Magelang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Wisnu Argo Budiyono, menjelaskan, program ini bertujuan untuk menghadirkan pendidikan yang lebih holistis melalui integrasi budaya dalam proses belajar.

"Pendidikan dan kebudayaan tidak bisa dipisahkan. Melalui gerakan ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, sekaligus memperkuat karakter peserta didik," jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Dyna Putri, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama di bidang kebudayaan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak luas, termasuk bagi penguatan ekonomi masyarakat.

"Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat nilai budaya, tetapi juga berdampak positif bagi sektor ekonomi, terutama UMKM," ungkapnya.

Untuk lebih memeriahkan acara tukar budaya ini juga diberikan sejumlah doorprize bagi masyarakat yang bisa menjawab pertanyaan dari Lurah Secang dan Camat Secang. Hadiah berupa TV LED, mesin cuci dan kulkas satu pintu.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar