Dua Bulan, Transaksi Blonjo Warung Tonggo Tembus Rp200 Juta

Dilihat 30 kali

BERITAMAGELANG.ID - Program Blonjo Warung Tonggo yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Magelang mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi di tingkat desa. Baru berjalan sekitar dua bulan di tiga desa percontohan, nilai transaksi tercatat menembus lebih dari Rp200 juta. Capaian itu membuat Bupati Magelang Grengseng Pamuji mulai menyiapkan perluasan program ke seluruh kecamatan, namun dengan syarat seluruh mekanisme pelaksanaannya benar-benar matang.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat evaluasi Program Blonjo Warung Tonggo yang digelar di ruang Cemerlang, Setda Kabupaten Magelang, Rabu (5/8/2026). 

Dalam arahannya, Bupati menegaskan forum tersebut bukan sekadar membahas capaian, melainkan mencari solusi atas berbagai kendala sebelum program tersebut diperluas.

"Saya memang meminta jangan diperluas dulu. Pastikan tiga desa percontohan ini SOP-nya benar-benar berjalan. Semua kendala kita rumuskan, semua solusi kita siapkan. Kalau sudah terbukti berhasil, baru kita duplikasi ke wilayah lain," pesan Grengseng.

Tiga desa percontohan tersebut adalah Kelurahan Sawitan, Desa Mendut, dan Desa Deyangan. Bupati berpesan, ketiganya harus menjadi model yang mampu menjawab berbagai persoalan teknis, sehingga ketika diterapkan di seluruh Kabupaten Magelang tidak lagi menemui hambatan.

Dalam hal ini, Bupati mengapresiasi penyajian data evaluasi yang disusun berbasis angka, bukan sekadar narasi. Baginya, keberhasilan sebuah program harus dapat diukur secara nyata melalui capaian yang terukur.

Dari laporan yang dipaparkan, terjadi lonjakan nilai transaksi yang dinilai cukup signifikan. Pada tahap awal transaksi tercatat sekitar Rp18 juta, kemudian meningkat menjadi sekitar Rp73 juta dalam periode berikutnya. Sementara secara akumulatif selama sekitar dua bulan dan 10 hari pelaksanaan, total transaksi mencapai 5.483, senilai Rp203.706.948.

"Ini menurut saya luar biasa. Mengabaikan semua kendala yang masih ada, angkanya sudah menunjukkan hasil. Ini baru melibatkan sekitar 1.400 ASN. Artinya, potensinya masih sangat besar," harapnya.

Grengseng kemudian menggambarkan besarnya peluang ekonomi yang bisa tercipta apabila seluruh ASN konsisten mengalihkan sebagian belanja rutinnya ke warung-warung milik masyarakat.

Menurut perhitungannya, rata-rata setiap ASN hanya perlu membelanjakan sekitar Rp80 ribu setiap bulan di warung sekitar tempat tinggal. Nilai yang terlihat kecil tersebut, jika dilakukan secara kolektif, mampu menciptakan perputaran uang hingga ratusan juta rupiah di tingkat desa.

"Kalau ini bisa dioptimalkan, perputaran uangnya bisa berkali-kali lipat. Dampaknya langsung dirasakan pelaku usaha kecil di desa," katanya.

Ia menegaskan, Blonjo Warung Tonggo sejak awal bukan sekadar program belanja, melainkan strategi membangun ekonomi lokal melalui perubahan perilaku konsumsi ASN.

Lebih jauh, Bupati menyebut program tersebut juga menjadi upaya membangun persepsi positif masyarakat terhadap aparatur sipil negara. ASN diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan publik, tetapi juga ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui aktivitas belanja sehari-hari.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang, Edi Wasono menjelaskan, Blonjo Warung Tonggo resmi diluncurkan pada 20 Mei 2026 dan hingga kini masih diterapkan di tiga desa percontohan.

Menurutnya, evaluasi dilakukan atas arahan Bupati sebelum program diperluas ke 21 kecamatan dan melibatkan lebih banyak ASN.

"Tujuan evaluasi ini untuk memastikan pelaksanaan di tiga desa benar-benar siap. Kalau semua sudah baik, baru program diperluas sehingga implementasinya lebih efektif," lanjutnya.

Edi menjelaskan, selama dua bulan 10 hari, pelaksanaan efektif, sistem mencatat 5.483 transaksi dengan total nilai lebih dari Rp203,7 juta. Angka tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa masyarakat dan ASN mulai merespons gerakan tersebut.

Edi optimistis, apabila implementasi di tiga desa berhasil disempurnakan dan diperluas ke seluruh kecamatan, Blonjo Warung Tonggo tidak hanya menjadi gerakan sosial, tetapi juga mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi kerakyatan yang menghidupkan warung-warung kecil, memperkuat UMKM, sekaligus menjaga agar uang masyarakat terus berputar di Kabupaten Magelang.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang