BERITAMAGELANG.ID - Lomba Burung Berkicau Piala Bupati Magelang 2026 menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah bagi para penghobi burung dari berbagai daerah untuk berkompetisi secara sportif. Kegiatan yang digelar di Lapangan drh. Soepardi, Kota Mungkid, Minggu (13/9/2026), tersebut diikuti sekitar 800 hingga 1.000 peserta dari berbagai wilayah.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang berkolaborasi dengan Kicau Mania Indonesia Andri Bolang itu mempertandingkan sebanyak 30 kategori. Peserta berasal dari sejumlah daerah, antara lain Magelang, Purworejo, Purwokerto, Semarang, Daerah Istimewa Yogyakarta, Solo, hingga Madiun.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji mengatakan, lomba burung berkicau tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kualitas burung peliharaan, tetapi juga berkembang menjadi ruang pertemuan dan silaturahmi bagi masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang, kami menyampaikan selamat datang dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, baik dari Kabupaten Magelang maupun dari berbagai daerah yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini," kata Grengseng.
Menurutnya, kegiatan berbasis komunitas seperti lomba burung berkicau memiliki sejumlah nilai positif, di antaranya kebersamaan, sportivitas, kedisiplinan, ketekunan, serta tanggung jawab dalam merawat satwa.
"Para penghobi burung tentu memahami bahwa merawat burung membutuhkan kesabaran, perhatian, serta tanggung jawab. Karena itu, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan di antara sesama penghobi burung dan membangun komunitas yang semakin solid," ujarnya.
Grengseng juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya melalui aktivitas ekonomi yang muncul selama pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah berpotensi ikut menggerakkan sektor UMKM, kuliner, perdagangan, jasa, hingga ekonomi kreatif di Kabupaten Magelang.
"Dengan hadirnya peserta dan pengunjung dari berbagai daerah, tentu akan ikut menggerakkan sektor UMKM, kuliner, perdagangan, jasa, maupun ekonomi kreatif di Kabupaten Magelang," katanya.
Ia menambahkan, Kabupaten Magelang memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, tidak hanya dari sektor pariwisata dan budaya, tetapi juga melalui komunitas dan kreativitas masyarakat.
Oleh karena itu, kegiatan berbasis komunitas diharapkan dapat terus berkembang dengan tetap memperhatikan ketertiban, sportivitas, serta kesejahteraan hewan.
"Kepada seluruh peserta, saya berpesan, menang adalah prestasi, tetapi sportivitas adalah kehormatan. Mari kita jadikan lomba ini sebagai ajang untuk berkompetisi secara sehat, menjunjung tinggi kejujuran, menerima hasil penilaian dengan lapang dada, dan tetap menjaga persaudaraan," ajak Grengseng.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang sekaligus Ketua Panitia, Joni Indarto mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Magelang memberikan ruang positif bagi masyarakat, khususnya komunitas penghobi dan pecinta burung.
"Kegiatan ini menjadi ruang untuk menyalurkan hobi, meningkatkan silaturahmi, sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat," ujar Joni.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan meliputi registrasi peserta, pelaksanaan lomba sesuai kelas yang dipertandingkan, penilaian oleh juri, penetapan pemenang, hingga penyerahan hadiah dan Piala Bupati Magelang.
Dalam pelaksanaannya, panitia mengedepankan prinsip sportivitas, transparansi, ketertiban, serta perhatian terhadap kesejahteraan hewan.
"Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki basis komunitas yang cukup kuat dan berpotensi untuk terus dikembangkan," kata dia.
Joni berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi juga dapat memperkuat jejaring antar penghobi dari berbagai daerah sekaligus memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Magelang atas dukungan dan perhatian yang diberikan. Terima kasih juga kepada seluruh panitia, juri, peserta, komunitas burung, sponsor, perangkat daerah terkait, dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini," pungkasnya.

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar