BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendorong peningkatan peran serta pria dalam program Keluarga Berencana (KB) sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Talkshow "Kupas Tuntas KB Pria Bersama Ahlinya" dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Setda Kabupaten Magelang, Rabu (16/9/2026) yang diikuti 98 peserta dari perwakilan pria pasangan usia subur (PUS), motivator KB pria, koordinator penyuluh KB, PPKBD, serta perangkat daerah dan mitra kerja terkait dari 21 kecamatan.
Bupati Magelang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi mengatakan, pembangunan keluarga merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan KB yang berkualitas dan sesuai kebutuhan.
"Program KB sangat krusial dalam pengendalian penduduk sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kondisi ini perlu terus kita jaga melalui keberlangsungan program KB dan kesehatan reproduksi yang baik," kata Bela saat membacakan sambutan Bupati Magelang.
Menurutnya, program KB juga sejalan dengan visi Kabupaten Magelang: Anyar Gress (Aman, Nyaman, Religius, Unggul, dan Sejahtera), khususnya Sapta Cipta kedua: Sehat Wargane.
Melalui program KB, pasangan usia subur dapat merencanakan jumlah dan jarak kelahiran serta menjaga kesehatan ibu dan anak. Dengan demikian, setiap kehamilan diharapkan dapat direncanakan dengan baik dan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Bela menyampaikan, capaian Total Fertility Rate (TFR) Kabupaten Magelang pada 2025 berada pada angka 2,12 dan telah sesuai dengan target TFR nasional. Sementara itu, hingga Agustus 2026, jumlah PUS yang mengikuti KB mencapai 151.844 orang atau 78,02 persen dari total 194.617 PUS. Capaian tersebut melampaui target sebesar 72,14 persen.
Dari sisi layanan, Pemerintah Kabupaten Magelang menyediakan pelayanan KB secara gratis di 66 fasilitas kesehatan yang tersebar di 21 kecamatan. Ketersediaan alat dan obat kontrasepsi juga didukung melalui koordinasi dengan BKKBN Provinsi Jawa Tengah serta sinergi lintas sektor untuk meningkatkan kepesertaan KB.
Namun demikian, partisipasi pria dalam program KB masih perlu diperkuat. Dari total peserta KB tersebut, sebanyak 133.627 orang atau 88 persen merupakan perempuan, sedangkan peserta KB pria sebanyak 18.217 orang atau 12 persen.
"Data ini menunjukkan bahwa partisipasi aktif pria masih rendah. Padahal, keterlibatan suami sangat diperlukan, mulai dari mendukung istri menggunakan kontrasepsi, menjadi peserta KB, hingga bersama-sama merencanakan jumlah anak," ujarnya.
Bela menambahkan, keterlibatan ayah tidak berhenti pada keputusan mengikuti program KB. Kehadiran suami sejak masa kehamilan hingga proses tumbuh kembang anak juga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan ibu dan perkembangan anak.
Untuk memperkuat peran tersebut, Pemkab Magelang telah meluncurkan Kelas Sahabat (Sinergi Ayah dan Ibu untuk Anak Tumbuh Hebat). Program ini merupakan kolaborasi Kelas Ayah Teladan dan Kelas Ibu Hamil yang diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta komitmen ayah dan calon ayah dalam mendukung kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan hingga pascapersalinan.
"Harapannya, semakin banyak sosok suami yang hadir bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, pelindung, dan teladan dalam keluarga," harapnya.
Ketua Tim Kerja KB dan Kesehatan Reproduksi Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Mirojul Hari Riyyah mengatakan penguatan peran pria dalam KB membutuhkan dukungan kebijakan sekaligus edukasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, pelayanan KB pria perlu terus diperluas agar masyarakat memiliki akses terhadap pilihan metode kontrasepsi yang sesuai. Ia juga mendorong penguatan kelompok KB pria di tingkat masyarakat sehingga tidak hanya menjadi ruang sosialisasi, tetapi juga dapat berkembang menjadi wadah kegiatan produktif dan pemberdayaan keluarga.
"Harapannya, kelompok KB pria ini juga dapat menjadi sarana untuk mengajak bapak-bapak yang belum ber-KB agar mendapatkan informasi dan memahami pilihan pelayanan KB yang tersedia," ujarnya.
Mirojul menambahkan, momentum Hari Kontrasepsi Sedunia menjadi kesempatan untuk meningkatkan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga. Pada momentum tersebut, pelayanan KB secara serentak juga didorong di berbagai daerah, termasuk pelayanan metode kontrasepsi bagi pria.
Kepala Dinas Sosial PPKB PPPA Kabupaten Magelang, M Taufik, mengatakan kegiatan talkshow tersebut secara khusus bertujuan meningkatkan peran serta pria dalam program KB sekaligus meningkatkan kepesertaan KB pria di Kabupaten Magelang.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Ayah Teladan Indonesia melalui penguatan peran ayah yang hadir, suportif, dan bertanggung jawab dalam keluarga.
"Peserta kegiatan sebanyak 98 orang, terdiri atas perwakilan pria pasangan usia subur dari 21 kecamatan, motivator KB pria, koordinator penyuluh KB, PPKBD, serta OPD dan mitra kerja lainnya," jelasnya.
Talkshow menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah dan dokter spesialis urologi RS Merah Putih Kabupaten Magelang.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Magelang berharap peningkatan partisipasi pria dalam program KB dapat berjalan beriringan dengan penguatan peran ayah dalam keluarga. Keluarga yang direncanakan, sehat, dan didukung keterlibatan kedua orang tua diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam menyiapkan generasi yang sehat, berkarakter, dan berkualitas.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar