BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang mendorong optimalisasi produk pertanian agar petani mendapat nilai ekonomi lebih.
Hal itu disampaikan Bupati Magelang Grengseng Pamuji usai panen raya bawang merah di Dusun Ngemplak Desa Ngrajeg Kecamatan Mungkid Senin (27/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Grengseng mengapresiasi kerja keras dan keberanian para petani Ngrajeg dalam budi daya bawang merah dengan mempertahankan tanaman hortikultura lain.
"Kita apresiasi semangatnya para petani untuk pengembangan potensi desa biar bisa meningkatkan pendapatan para petani," kata Grengseng.
Ditambahkan Grengseng, panen bawang merah oleh Kelompok Tani Suka Makmur Desa Ngrajeg Ini sudah berlangsung empat kali. Idealnya, masa panen dan tanam bawang merah di musim kemarau bisa dilakukan hingga lima kali.
Potensi tanaman bawang merah, menurut Grengseng, merupakan hal baru bagi petani di wilayah Ngrajeg sehingga masih dibutuhkan kajian lebih mendalam oleh Dinas Pertanian.
Maka guna mendukung keberlangsungan hasil transisi tanaman ini, Pemkab Magelang akan melakukan pendampingan ke petani, mulai dari kalkulasi nilai ekonomi, kelayakan lahan, iklim, kuantitas dan kualitas hasil panen tanaman.
"Kita tidak berani gegabah karena kita harus evaluasi dulu kondisi (pertanian) itu karena itu sebuah produktivitas baru bagi warga Ngrajeg," tegasnya.
Lahan tanam bawang merah di Dusun Ngemplak Ngreg berada di atas bekas material banjir lahar hujan Gunung Merapi. Sedangkan tanaman bawang merah itu merupakan inisiatif dari sejumlah petani setelah panen padi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Puji Lestari mengatakan dari empat kali tanam-panen bawang merah, para petani Ngrejeg satu kali mengalami gagal panen. Sehingga dalam posisi saat ini, Dinas Pertanian masih melakukan analisa dan evaluasi, apakah signifikan untuk meningkatkan pendapatan kelompok tani ini.
Puji menjamin, bila nanti hasil analisa menunjukan kelayakan, maka support akan diberikan secara masif dengan melibatkan dinas lainnya.
"Tentunya kita siap support. Bahkan untuk dukungan itu tidak hanya Dinas Pertanian saja namun juga akan melibatkan dinas lain untuk mendukung pola hulu ke hilir tanaman bawang merah ini," ucap Puji.
Ketua Kelompok Tani Suka Makmur, Muhammad Makmun mengatakan, pada musim kemarau khususnya, hasil panen bawang merah lebih menjanjikan dari padi. Selain itu dari keberadaan tanaman bawang merah juga bertujuan menjaga keberlangsungan tanaman padi dari serangan hama dan penyakit.
"Dari kami budi daya bawang konversikan dengan tanaman padi yang kurang menjanjikan bagi petani. Tapi setelah beberapa kali tanam padi kita akan tanami bawang merah dengan asumsi untuk memutus siklus hama," jelasnya.
Makmun berharap ada pasokan bibit murah berkualitas di wilayah Magelang, mengingat saat ini harga bibit bawang merah varietas Tajuk yang berasal dari Jawa Timur sangat tinggi mencapai Rp70.000 per kilogram.
Tingginya harga beli bibit itu menurut Makmun sangat memberatkan bagi para petani Ngrajeg.
"Dari luasan 1.000 meter bisa menghabiskan bibit sekitar 80-90 k, tergantung jarak tanam, belum lagi upah harian perawatan sampai panen," ungkap Makmun.
Tidak saja terbatas pada inovasi pertanian baku, anggota Kelompok Tani Suka Makmur Ngrajeg juga mengolah sebagian hasil panenan bawang merah menjadi makanan kering kemasan yang sudah dipasarkan ke sejumlah daerah.

@kominfomagelang Sekolah baru, teman baru, semangat baru! 🥳 MPLS di SDN Banyubiru 1, Kecamatan Dukun, berlangsung seru, aman, dan penuh keceriaan. Bunda Literasi Kabupaten Magelang, Dian Grengseng Pamuji, turut memantau langsung jalannya kegiatan. Selamat datang di petualangan baru, adik-adik! 🎒💙 #MPLS2026 #KabupatenMagelang #SekolahRamahAnak #Magelang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar