BNPB Salurkan Bantuan untuk Tangani Bencana di Kabupaten Magelang

Dilihat 82 kali

BERITAMAGELANG.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan berupa peralatan dan logistik senilai nilai Rp597.543.995 untuk mendukung penanganan bencana di Kabupaten Magelang. Bantuan tersebut diserahkan oleh Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Agus Wibowo kepada Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, Jumat (6/3) di rumah dinasnya.

Bantuan yang diberikan berupa dukungan logistik dan peralatan penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Magelang.

Bantuan tersebut berupa paket sembako, pompa air alkon 23 HP, chainsaw stihl ukuran besar, helm SAR, serta masker N95 yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan penanganan darurat di lapangan.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyampaikan apresiasi atas respon cepat BNPB dalam membantu penanganan bencana lahar hujan yang terjadi di wilayahnya. Ia menilai dukungan dari pemerintah pusat sangat penting untuk mempercepat penanganan dampak bencana, khususnya yang dipicu oleh aktivitas Gunung Merapi dan hujan deras di kawasan hulu sungai.

"Terima kasih atas respon cepat BNPB. Kemarin sore kami sudah bersama di lapangan, dan hari ini bantuan sudah diserahkan. Ini sangat membantu pemerintah daerah dalam penanganan bencana di Kabupaten Magelang," kata Bupati.

Menurutnya, kondisi di wilayah lereng Merapi memang harus disikapi dengan kehati-hatian. Masyarakat Magelang dinilai sudah terbiasa hidup berdampingan dengan aktivitas Merapi, namun tetap harus waspada terhadap potensi bencana lanjutan seperti banjir lahar hujan di sejumlah aliran sungai.

Grengseng menjelaskan, di wilayah Kecamatan Dukun terdapat beberapa aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi, seperti Sungai Senowo, Sungai Apu, dan Sungai Trising, yang berpotensi membawa material lahar saat terjadi hujan deras di kawasan puncak gunung.

"Kami berharap penanganan di bagian hulu sungai bisa segera dilakukan, termasuk penguatan DAM agar material pasir bisa tetap mengalir ke bawah dan DAM tetap dapat difungsikan sebagai akses masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat sejumlah infrastruktur yang terdampak, termasuk jembatan dan akses jalan masyarakat. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi mengisolasi warga di beberapa wilayah.

"Kami berharap dukungan BNPB terus berlanjut agar penanganan bisa dilakukan cepat sehingga masyarakat tidak terlalu lama terdampak," harapnya.

Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Agus Wibowo menjelaskan, bantuan yang diberikan saat ini bersifat kedaruratan untuk mendukung operasi penanganan bencana di lapangan.

Bantuan tersebut antara lain berupa alat pelindung diri (APD), helm, masker, senter, gergaji mesin (chainsaw), serta berbagai logistik yang dapat digunakan untuk mendukung proses pencarian, evakuasi, dan penanganan darurat lainnya.

Agus menjelaskan, dalam sistem penanggulangan bencana nasional terdapat tiga tahapan utama, yakni prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana.

"Untuk tahap tanggap darurat seperti saat ini, pemerintah memiliki skema pendanaan yang dapat diakses daerah, salah satunya melalui Dana Siap Pakai (DSP) yang digunakan untuk operasi darurat, logistik, hingga pemulihan sementara sarana dan prasarana," jelasnya.

Namun demikian, penggunaan dana tersebut hanya diperbolehkan untuk perbaikan sementara, bukan pembangunan permanen.

"Misalnya ada jembatan putus, maka yang bisa dibiayai dalam masa darurat adalah jembatan sementara. Untuk pembangunan permanen nantinya akan masuk dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi," lanjutnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, pemerintah juga memiliki skema pendanaan lain berupa Pooling Fund Bencana yang saat ini dikelola pemerintah pusat dengan total dana sekitar Rp1,5 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp500 miliar dapat diakses untuk mendukung penanggulangan bencana pada tahun ini.

Anggota DPR RI Komisi VIII, Wibowo Prasetyo menyatakan, akan terus mendorong BNPB agar memberikan perhatian lebih terhadap Kabupaten Magelang yang merupakan wilayah rawan bencana. Menurutnya, kondisi geografis Magelang yang berada di kawasan lereng Merapi membuat daerah tersebut memiliki dinamika alam yang tinggi.

"Magelang ini dinamika alamnya luar biasa. Di satu sisi tanahnya sangat subur, tetapi di sisi lain juga rawan bencana. Karena itu saya akan terus mendorong BNPB agar memberikan perhatian dan dukungan yang lebih besar bagi Kabupaten Magelang," ujarnya.

Ia juga meminta agar bantuan yang sebelumnya telah diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang dapat segera dipenuhi oleh BNPB.

"Yang kemarin sudah diminta oleh pemerintah daerah agar sisanya juga dapat segera dipenuhi. Saya juga akan berkomunikasi dengan pimpinan BNPB agar hal ini menjadi perhatian," kata dia.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar