BERITAMAGELANG.ID - Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Magelang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 dengan menggelar kegiatan di GOR Gemilang, Komplek Setda Kabupaten Magelang, Jumat (23/5/2026).
Mengusung tema "Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun", peringatan ini menjadi momentum penting dalam menegaskan peran strategis guru TK dalam membangun karakter generasi sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru Taman Kanak-Kanak se-Kabupaten Magelang yang telah mendedikasikan diri dengan penuh kesabaran dalam mendidik anak usia dini. Menurutnya, pendidikan pada fase awal kehidupan anak tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi lebih pada pembentukan karakter melalui keteladanan.
"Nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, serta rasa percaya diri perlu ditanamkan sejak dini melalui pendekatan yang penuh kasih sayang," kata Grengseng.
Ia menekankan hal ini menjadi penting karena usia dini merupakan masa emas (golden age) perkembangan anak, dimana berbagai pengalaman akan membentuk memori jangka panjang sebagai bekal kehidupan di masa depan.
Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena sosial yang menjadi tantangan dunia pendidikan saat ini, termasuk meningkatnya kasus kenakalan hingga kriminalitas yang melibatkan pelajar. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa hanya diselesaikan pada jenjang pendidikan dasar maupun menengah, melainkan harus dimulai dari pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama.
"Pembentukan karakter tidak bisa instan. Ini harus dimulai sejak anak usia dini, karena di situlah pondasi utama dibangun," lanjut Grengseng.
Grengseng juga mengungkapkan keprihatinan atas laporan hasil tes psikologi pada Character Camp yang menunjukkan adanya persoalan serius pada perkembangan karakter anak. Berdasarkan data yang diperolehnya, sekitar 40 persen anak menunjukkan kecenderungan masalah karakter, bahkan terdapat indikasi keinginan untuk mengakhiri hidup. Temuan ini menjadi alarm bagi semua pihak, khususnya tenaga pendidik, untuk lebih serius dalam membangun karakter anak sejak dini.
"Ini menjadi tanggung jawab bersama, terutama para guru, untuk memperkuat pendidikan karakter sejak awal," pesannya.
Ketua Penyelenggara kegiatan, Onah menyampaikan, peringatan HUT ke-76 IGTKI-PGRI ini menjadi ajang refleksi perjalanan organisasi sebagai wadah perjuangan guru TK dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini.
"Kegiatan ini juga merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para guru TK, " kata Onah.
Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan data terkait kondisi tenaga pendidik TK di Kabupaten Magelang. Saat ini, jumlah guru TK tercatat sebanyak 1.254 orang, terdiri dari 77 guru berstatus PNS dan 1.177 non-PNS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 760 guru telah tersertifikasi, sementara 440 lainnya belum. Dari sisi kualifikasi pendidikan, sebanyak 904 guru telah berpendidikan S1, sedangkan 298 guru lainnya masih belum mencapai jenjang tersebut.
Data tersebut menunjukkan masih terdapat tantangan dalam peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru TK, baik dari aspek sertifikasi maupun kualifikasi pendidikan.
"Melalui momentum peringatan ini, diharapkan kesejahteraan guru TK semakin meningkat, sejalan dengan peran penting mereka dalam membangun fondasi pendidikan nasional," harapnya.
@kominfomagelang Dalam rangka Waisak 2570 BE, bakti sosial pengobatan gratis WALUBI kembali hadir di Candi Borobudur. Melibatkan ribuan tenaga medis lintas agama, tradisi selama 30 tahun ini terus berlanjut demi meringankan beban sesama. Selamat Hari Raya Waisak 2026. #waisak #vesak #borobudur #magelang24jam ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar