Pemkab Magelang Tingkatkan Layanan Kelas 3 Gratis untuk Warga

Dilihat 17 kali

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang terus memperkuat sistem pelayanan kesehatan melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini ditegaskan dalam Forum Komunikasi antara Bupati Magelang dengan rumah sakit dan dokter spesialis yang digelar di Ruang Borobudur RSUD Muntilan, Jumat (22/5/2026).

Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyatukan persepsi, mempererat koordinasi, sekaligus membangun sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, dan lintas perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menegaskan, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 1,3 juta jiwa, kebutuhan akan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas menjadi tantangan yang harus dijawab secara serius.

"Kesehatan adalah program prioritas karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Dengan jumlah penduduk yang besar, kita harus memastikan pelayanan kesehatan bisa diakses secara adil dan merata," ujarnya.

Saat ini, Pemkab Magelang mengandalkan beberapa rumah sakit daerah, seperti RSUD Muntilan dan RSUD Merah Putih. Ke depan, pemerintah juga akan menggenjot pengembangan RSUD lainnya, termasuk RSUD Candi Umbul dan RSUD Menoreh, guna memperluas jangkauan layanan.

Salah satu fokus utama yang dikejar adalah pemenuhan layanan kelas 3 gratis bagi masyarakat. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan akses layanan kesehatan tanpa biaya, tetapi juga tetap menjamin kualitas fasilitas yang layak.

Dalam forum tersebut, diskusi berlangsung dinamis melalui sesi tanya jawab. Salah satu dokter spesialis anestesi RSUD Muntilan, dr. Febri mengungkapkan, tantangan utama dalam mendukung program kesehatan daerah adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM), khususnya dokter spesialis.

Ia mengusulkan agar dokter spesialis yang ada dapat dilibatkan lintas rumah sakit untuk mengatasi ketimpangan distribusi tenaga medis. Selain itu, integrasi sistem rekam medis antar rumah sakit juga dinilai penting untuk memperlancar komunikasi dan pelayanan pasien.

"Kami berharap ada keterlibatan dokter spesialis secara lintas rumah sakit, serta integrasi rekam medis agar pelayanan lebih efektif dan tidak terhambat koordinasi," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr. Lies menyampaikan, para dokter spesialis telah berkomitmen untuk saling mendukung dalam memberikan pelayanan di seluruh rumah sakit daerah.

Menurutnya, skema kolaborasi ini akan memperluas akses layanan kesehatan melalui empat rumah sakit utama, yakni RSUD Muntilan, RSUD Merah Putih, RSUD Candi Umbul, dan RSUD Menoreh.

"Dokter spesialis sepakat untuk saling membantu. Ini akan menjadi bentuk kolaborasi yang diperkuat bersama OPD, sehingga pelayanan bisa merata di empat rumah sakit," harapnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji skema pendapatan dokter berbasis indeks, agar tetap sejalan dengan visi peningkatan kualitas layanan tanpa mengorbankan kesejahteraan tenaga medis.

Dari sisi fasilitas, Pemkab Magelang menargetkan peningkatan kapasitas tempat tidur, terutama untuk kelas 3. Konsep yang diusung tidak lagi membedakan secara mencolok antara kelas layanan, dimana pasien kelas 3 juga akan mendapatkan fasilitas yang layak, dilengkapi pendingin ruangan dan kamar mandi dalam.

"Target kami pada tahun 2027, dua rumah sakit daerah akan memiliki kapasitas hingga 100 tempat tidur. RSUD lainnya, termasuk RSUD Merah Putih dan RSUD Muntilan, juga akan menyesuaikan dengan penambahan kapasitas tersebut," tambah dr. Lies. 

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan pasien sekaligus meningkatkan kenyamanan layanan, sehingga masyarakat tidak lagi menghadapi antrean panjang atau keterbatasan ruang perawatan.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang Pemerintah Kabupaten Magelang secara resmi melepas keberangkatan calon jemaah haji Kloter 81 di halaman Setda Kabupaten Magelang, Rabu (20/5/2026). Pelepasan kloter terakhir tahun ini dipimpin oleh Wakil Bupati Magelang, Sahid. Sebanyak 254 jemaah diberangkatkan menggunakan delapan armada bus menuju Asrama Haji Donohudan. Kloter 81 dikenal sebagai kloter “sapu jagad” karena menggabungkan jemaah asal Magelang dengan jemaah dari sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Diharapkan seluruh jemaah diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur. #haji #magelang #anyargress ♬ original sound - kominfomagelang