BERITAMAGELANG.ID - Ribuan warga memadati kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, guna mengikuti pengobatan gratis yang menjadi rangkaian peringatan Waisak 2026.
Bakti sosial ini juga menjadi upaya eliminasi penyakit Tubercolosis atau TBC dengan penderita di Jawa Tengah berada di peringkat ketiga di Indonesia. Sedangkan Indonesia peringkat kedua di dunia.
Kombes Pol Drg. Agung Hadi Wijanarko mengatakan skrining penyakit TBC kali ini merupakan kolaborasi Panitia Waisak dengan Dokkes Polda Jateng dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Eliminasi penderita TBC ini merupakan program prioritas Polda Jateng mengingat tingginya angka penderita di Jawa Tengah saat ini.
"Jawa Tengah saat ini termasuk nomor tiga penderita TBC paru di Indonesia setelah Jawa Barat dan Jawa Timur. Dimana estimasi penderitanya di tahun 2026 adalah 150 ribu lebih dan baru terdeteksi 28 ribu sekian," kata Agung usai pembukaan Bakti Sosial Waisak di Taman Lumbini Candi Borobudur Kabupaten Magelang Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, kendala dalam penanganan penyakit TBC adalah proses pendataan dan deteksi gejala awal penderita. Hal itu lantaran kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk periksa maupun menjalani proses pengobatan.
Agung menyebut, mungkin banyak di antara masyarakat yang sudah menderita TBC dengan ciri ciri batuk lebih dari dua minggu pada malam hari, berkeringat pada waktu malam hari namun enggan periksa ke dokter.
"Ia dimungkinkan suspect TBC," ungkapnya.
Kemudian, fenomena dalam pengobatan, diperlukan waktu enam bulan, tapi banyak putus obat sehingga menularkan penyakit ke anggota keluarga lainnya.
"Target kegiatan di sini kita skrining penderita TBC sebanyak-banyaknya sehingga target 150 ribu tadi bisa tercapai dan pengobatan (penanganan) bisa berjalan," harap Agung.
Selain pemeriksaan penyakit TBC, layanan kesehatan di bakti sosial Waisak 2026 mencakup berbagai jenis pemeriksaan dan pengobatan, mulai dari poli mata, gigi, bedah, penyakit dalam, hingga terapi elektrik.
Karuna Murdaya, Wakil Ketua Panitia Waisak 2026 mengatakan sedikitnya 500 dokter, tenaga medis dan relawan terlibat dengan target 10 ribu lebih warga terlayani.
Karuna membenarkan pelayanan TB dan paru di pengobatan gratis kali ini guna mendukung program pemerintah dalam upaya eliminasi Tubercolosis di masyarakat. Mengingat kasus TBC di Indonesia masih sangat tinggi.
"Karena memang Jawa Tengah, Indonesia paling banyak kasus TBC di dunia setelah India dengan jumlah korban setiap tahun lebih dari 100 ribu jiwa," terang Karuna.
Karuna mencontohkan, jika dibanding Amerika yang jumlah penduduknya hampir mirip dengan Indonesia, korban TBC tidak sampai 1.000 jiwa.
Dalam pelayanannya, lanjut Karuna, masyarakat dapat berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter spesialis dan rekam rontgen mobile.
Skrining TB dan paru ini akan terus digelar di bakti sosial lain yang digelar oleh Walubi. Mengingat bakti sosial ini merupakan bentuk pengamalan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
"Kita sangat mendukung, kita siap selain baksos ini (akan digelar) di lokasi manapun yang ada kantornya atau kegiatan Walubi," terangnya.
Detik-detik Waisak tahun ini jatuh pada Minggu (31/5/2026), pukul 15.44,44 sore. Ribuan umat dari berbagai daerah diperkirakan akan hadir mengikuti upacara sakral yang akan digelar di pelataran Candi Borobudur tersebut.
@kominfomagelang Pemerintah Kabupaten Magelang secara resmi melepas keberangkatan calon jemaah haji Kloter 81 di halaman Setda Kabupaten Magelang, Rabu (20/5/2026). Pelepasan kloter terakhir tahun ini dipimpin oleh Wakil Bupati Magelang, Sahid. Sebanyak 254 jemaah diberangkatkan menggunakan delapan armada bus menuju Asrama Haji Donohudan. Kloter 81 dikenal sebagai kloter “sapu jagad” karena menggabungkan jemaah asal Magelang dengan jemaah dari sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Diharapkan seluruh jemaah diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur. #haji #magelang #anyargress ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar