BERITAMAGELANG.ID - Kepedulian terhadap anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan melalui Santunan Nasional ke-22 sekaligus peringatan HUT ke-26 DHIBRA Shiddiqiyyah. Kegiatan yang digelar Senin (31/8/2026) tersebut menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menyayangi sesama.
Wakil Bupati Magelang, Sahid mengapresiasi konsistensi DPD ORSHID dan DHIBRA Shiddiqiyyah Kabupaten Magelang dalam menjalankan gerakan sosial dan kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan santunan yang telah memasuki tahun ke-22 menunjukkan komitmen panjang organisasi dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.
"Momentum hari ini sungguh sangat istimewa dan sarat akan makna spiritual sekaligus sosial," kata Sahid.
Ia menilai, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi pengingat penting untuk meneladani akhlak Rasulullah, salah satunya dengan mengasihi anak yatim dan peduli kepada sesama yang membutuhkan.
Sahid menyebut, perjalanan DHIBRA Shiddiqiyyah selama 26 tahun menjadi bukti kematangan organisasi dalam menebarkan kemaslahatan. Nilai tersebut sejalan dengan prinsip khairunnas anfauhum linnas, yakni sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Menurut Sahid, persoalan sosial dan ekonomi di daerah tidak dapat diselesaikan pemerintah sendirian. Dibutuhkan sinergi dengan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan untuk memperkuat kepedulian serta pemberdayaan masyarakat.
"Aksi nyata penyerahan santunan hari ini bukan sekadar bantuan materiil. Lebih dari itu, ini adalah bentuk pemenuhan hak-hak sosial, rajutan tali asih, serta dorongan moral agar saudara-saudara kita tetap memiliki optimisme, harapan, dan semangat kuat untuk menata masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Ketua Panitia Santunan, B. Solihin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung pelaksanaan Santunan Nasional ke-22.
"Syukur Alhamdulillah, atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, kita semua dapat hadir di tempat ini," ujar Solihin.
Dalam kesempatan tersebut, Solihin juga mengajak keluarga besar Tarekat Shiddiqiyyah untuk terus menjaga kebersamaan serta menguatkan nilai-nilai keteladanan yang diajarkan Rasulullah SAW.
"Selanjutnya kepada Nabi Agung Muhammad SAW, yang selalu kita nantikan syafaatnya dari dunia sampai akhirat, dan juga selalu menjadi uswatun khasanah bagi kita semua," katanya.
Ia berharap, momentum santunan dan peringatan HUT DHIBRA Shiddiqiyyah dapat semakin mempererat tali silaturahmi keluarga besar organisasi bersama masyarakat.
Santunan Nasional tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang DHIBRA Shiddiqiyyah dalam menghidupkan nilai keagamaan melalui aksi sosial. Bantuan yang diberikan bukan sekadar materi, tetapi menjadi simbol perhatian dan tali kasih kepada anak yatim, kaum dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan.
Di usia ke-26, DHIBRA Shiddiqiyyah diharapkan semakin konsisten menebarkan manfaat. Sementara Santunan Nasional yang telah berlangsung selama 22 tahun menjadi bukti bahwa kepedulian yang dirawat secara konsisten dapat tumbuh menjadi gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan.

@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar