BERITAMAGELANG.ID - Edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut diberikan kepada siswa SD Negeri 2 Bligo, Kecamatan Ngluwar, melalui Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan Program Sahabat Anak yang bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Magelang, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut dikemas secara edukatif dan menyenangkan melalui penyampaian materi tentang kesehatan gigi dan mulut, praktik menyikat gigi dengan baik dan benar, serta minum susu bersama. Kegiatan ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat pentingnya menjaga kesehatan gigi sekaligus membiasakan perilaku hidup sehat sejak usia sekolah.
Salah satu siswa SD Negeri 2 Bligo, Embun, mengaku senang dan antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan edukasi seperti ini membuat dirinya dan teman-temannya lebih memahami cara menjaga kesehatan gigi dan mulut dalam kehidupan sehari-hari.
"Saya senang mengikuti kegiatan ini karena jadi lebih tahu bagaimana cara merawat gigi dan mulut dengan baik dan benar. Apalagi kita sering makan cokelat dan permen, jadi dari kegiatan ini kita tahu bagaimana cara menjaga gigi supaya tetap sehat dan tidak mudah sakit," ujar Embun.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan oleh dirinya maupun teman-temannya, terutama dalam kebiasaan menyikat gigi secara rutin dan menjaga makanan yang dikonsumsi.
Ketua TP PKK Kabupaten Magelang, Dian Grengseng Pamuji mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap tumbuh kembang dan kesehatan anak. Menurutnya, kebiasaan hidup sehat perlu ditanamkan sejak dini melalui edukasi yang sederhana, mudah dipahami, dan dapat langsung dipraktikkan oleh anak.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya dalam membangun pola hidup sehat dan disiplin. Anak yang sehat akan lebih siap untuk belajar dan berkembang, sehingga kesehatan juga menjadi penunjang pendidikan dan pembentukan karakter," katanya.
Dian menambahkan, kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan anak secara keseluruhan. Karena itu, anak perlu mendapatkan pemahaman sejak dini mengenai cara menjaga kebersihan gigi dan mulut, termasuk membiasakan menyikat gigi dengan cara yang tepat serta memperhatikan pola konsumsi makanan dan minuman.
"Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti pada saat anak mengikuti edukasi saja, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus di rumah maupun di sekolah," lanjutnya.
Ketua PDGI Kabupaten Magelang, Rurit Obyantoro mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena melibatkan berbagai pihak dalam satu kegiatan yang memiliki tujuan bersama, yakni mendukung peningkatan kesehatan anak di Kabupaten Magelang.
"Kegiatan ini sangat baik karena merupakan kolaborasi lintas sektor, mulai dari PKK, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, kecamatan, sekolah, hingga PDGI sebagai organisasi profesi. Dalam satu kegiatan bisa melibatkan banyak sektor dan saling bersinergi," ujarnya.
Menurut Rurit, keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kerja bersama dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan anak. Edukasi kesehatan yang diberikan sejak usia sekolah juga menjadi bagian dari investasi dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Ia berharap sinergi antarpihak dapat terus dilakukan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan anak secara langsung, sehingga pesan-pesan kesehatan dapat lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga memperoleh pengalaman mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat memperkuat kebiasaan hidup bersih dan sehat serta mendukung anak agar tumbuh sehat, aktif, dan lebih siap mengikuti proses pembelajaran.
Pada akhirnya, upaya menjaga kesehatan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar