Ribuan Jemaah Antusias Hadiri Majelis Taklim Salima Hadirkan Ustaz Abdul Somad

Dilihat 19 kali
UAS hadir menjadi salah satu pemateri di Kajian Akbar Majelis Taklim Salima.

BERITAMAGELANG.ID - Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan dan kelompok usia tumpah ruah memadati area Joglo Ngawen Dairy Farm, Muntilan, untuk menghadiri acara Kajian Akbar Majelis Taklim Sahabat Muslimah Muntilan (MT Salima) yang berkolaborasi dengan Padhang Bulan Fest, Sabtu (19/9/2026).

Acara yang terbuka untuk umum dan diselenggarakan secara gratis ini dimulai bakda zuhur dengan disambut antusiasme luar biasa serta dukungan penuh dari pemerintah setempat. Kehadiran ribuan jemaah ini mencerminkan semangat tinggi umat Islam dalam menuntut ilmu langsung dari para ulama dan narasumber terkemuka.

Tausiah dari Ustadz Abdul Somad (UAS) mengupas tuntas mengenai peran ibu yang sangat dominan dalam membentuk kesalehan dan karakter anak, melampaui pengaruh seorang ayah.

UAS menganalisis, dari empat faktor utama yang memengaruhi anak, yaitu ibu, bapak, lingkungan, dan bacaan, ibu adalah faktor yang paling kuat.

"Seburuk apapun seorang ayah, jika ibunya adalah sosok yang salehah dan mendidik anak dengan nilai-nilai agama yang luhur, insya Allah anak tersebut akan terarah menjadi anak yang baik," ungkap UAS dengan tegas.

UAS mengungkapkan hal tersebut dibuktikan melalui kisah-kisah keluarga teladan dalam Al-Qur'an, seperti Keluarga Nabi Musa AS (Ibunda Yukhanif) yang dengan keimanan dan ketulusannya melepaskan sang bayi ke Sungai Nil hingga akhirnya Allah mengembalikannya dan menjadikannya seorang rasul.

Begitu pula dengan keluarga Imran dan ibunda Maryam, yang bernazar menyerahkan anaknya untuk berkhidmat kepada Baitulmaqdis, melahirkan keturunan orang-orang saleh termasuk Nabi Isa AS.

Melalui pemaparan tersebut, UAS menyimpulkan, di tengah kerasnya tantangan zaman dan lingkungan, didikan seorang ibu yang salehah adalah benteng utama penentu masa depan generasi bangsa.

Sebelum memasuki acara utama, jemaah disuguhkan sesi inspiratif bersama publik figur muslimah sekaligus pengusaha dan pendiri Niqab Squad, Indadari dengan tema "Tips Lapang Menjalani Hidup".

"Setiap tetesan keringat, langkah kaki, dan rasa lelah yang diniatkan karena Allah SWT selama menghadiri majelis ilmu bernilai sebagai penghalang dari api neraka serta menjadi tambahan bekal menuju surga," ungkapnya.

Indadari menekankan pentingnya meluruskan niat semata-mata mengharapkan rida Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari serta meneladani perjuangan Rasulullah SAW.

Memasuki acara inti, suasana semakin khidmat dengan kehadiran tiga ustadz kondang. Sesi penyampaian materi dimoderatori oleh Ustadz Salim A Fillah, yang secara rutin sebulan sekali hadir membersamai MT Salima.

Penceramah pertama dalam sesi utama adalah Ustadz Luqmanul Hakim dari Pontianak, yang langsung bertanya pada jemaah, "Do you realize that you are very special?".

Ustadz Luqman mengingatkan, banyak keputusan besar dalam rumah tangga sebenarnya berada di tangan seorang istri. 

"Para suami hendaklah senantiasa mengamalkan ayat Fa'insyartumuhunna (berbuat baiklah kepada istri-istrimu), bersikap lemah lembut, peka terhadap keinginan istri, menjaga keharmonisan rumah tangga dengan komunikasi penuh kasih sayang," pesan Ustadz Luqman.

Acara yang penuh berkah ini diawali dengan sambutan dari Kapolsek Muntilan, AKP Abdul Wakhid. Ia menyampaikan apresiasi pada acara kajian ini. Wakhid berharap jemaah majelis taklim dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, khususnya di wilayah Kecamatan Muntilan serta secara luas di tingkat kabupaten dan provinsi.

"Adanya keterbatasan personel dari pihak kepolisian, Forkopimcam, serta instansi terkait. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan sangatlah penting," pesannya.

Kapolsek menginformasikan, sempat terjadi kerawanan sosial seperti kenakalan remaja dan perkelahian di wilayah Muntilan pada malam sebelumnya, ia menekankan bahwa keteladanan serta pengawasan ketat dari orang tua dan para jemaah sangat dibutuhkan untuk membimbing anak-anak di lingkungan masing-masing.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang