Pemkab Magelang Modernisasi Sektor Pertanian dengan Rice Milling Unit

Dilihat 17 kali
Bupati Magelang Grengseng Pamuji bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Gerakan Pangan Murah di Desa Ngadirojo, Secang.

BERITAMAGELANG.ID - Modernisasi sektor pertanian terus digenjot Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Salah satunya melalui elektrifikasi Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan padi skala kecil yang diklaim mampu menekan biaya operasional hingga 50 persen dibandingkan mesin berbahan bakar fosil.

Program tersebut diluncurkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Kamis (5/11/2026). Dalam kesempatan ini Gubernur menyebut elektrifikasi RMU diberikan kepada 10 gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Jawa Tengah.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan efisiensi pertanian.

"Jawa Tengah merupakan salah satu penyangga pangan nasional. Karena itu, modernisasi alat-alat pertanian harus dilakukan untuk mempercepat swasembada pangan," katanya.

Menurut dia, perubahan pola pikir generasi muda juga menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pertanian. Anak-anak petani saat ini cenderung tidak tertarik menggeluti pertanian apabila masih dilakukan secara tradisional dan membutuhkan banyak tenaga. Karena itu, penggunaan teknologi modern harus diperluas agar pekerjaan pertanian lebih praktis, cepat, dan efisien.

Ahmad Luthfi menyebutkan, Pemprov Jateng telah menyiapkan hampir 1.500 unit alsintan dengan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk didistribusikan ke 35 kabupaten/kota. Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat pengolahan hasil panen sekaligus meningkatkan produktivitas petani.

"Alat ini harus dirawat. Secanggih apa pun alatnya, kalau tidak dirawat akan cepat rusak. Operasionalnya juga harus jelas dan digunakan oleh kelompok tani masing-masing agar manfaatnya bisa dirasakan," tegasnya.

Dia juga meminta agar program Gerakan Pangan Murah tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Menurutnya, keberhasilan program harus diukur dari dampak nyata terhadap masyarakat, terutama ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok.

"Jangan hanya program, tetapi orientasinya hasil. Masyarakat senang, dagangannya laris, habis, tidak tersisa. Itu baru berhasil. Sehingga inflasi kita bisa ditekan," lanjutnya.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menyambut baik pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Magelang. Menurutnya, elektrifikasi RMU merupakan langkah strategis untuk mendorong modernisasi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Dia menjelaskan, penggunaan energi listrik mampu menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi penggilingan, serta menghasilkan beras dengan kualitas lebih baik.

"Elektrifikasi RMU skala kecil ini terbukti memberikan efisiensi biaya produksi sebesar 50 persen. Dengan demikian, petani juga ikut menikmati penghematan biaya produksi beras," ungkapnya.

Selain lebih hemat, penggunaan mesin listrik juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) hingga 12 persen.

Grengseng berharap program tersebut dapat meningkatkan nilai tambah gabah hasil panen petani, menjaga stabilitas harga pangan, serta memperkuat kelembagaan usaha pangan di tingkat Gapoktan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Puji Lestari mengatakan, salah satu penerima program elektrifikasi RMU tersebut adalah Gapoktan Maju Makmur di Desa Ngadirojo.

Menurutnya, penggunaan mesin bertenaga listrik memberikan sejumlah keunggulan dibandingkan penggilingan yang sebelumnya menggunakan bahan bakar solar.

"Dari sisi tenaga kerja lebih cepat karena sudah termekanisasi. Kalau sebelumnya harus mengengkol untuk menyalakan mesin, kemudian mengangkat dan sebagainya, sekarang prosesnya jauh lebih praktis," jelasnya.

Selain efisiensi tenaga dan waktu, penggunaan mesin listrik juga mengurangi kebisingan serta polusi udara yang sebelumnya dihasilkan mesin berbahan bakar solar.

Puji menambahkan, pihaknya juga tengah mengusulkan bantuan elektrifikasi RMU untuk Gapoktan Gondowarum di Kecamatan Sawangan pada tahap berikutnya.

Dia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga mampu meningkatkan efisiensi pengolahan gabah serta memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi petani.

Program elektrifikasi RMU ini diharapkan menjadi salah satu pengungkit penguatan rantai ekosistem pangan, mulai dari penggilingan atau produsen, kios pangan murah, hingga konsumen.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar