BERITAMAGELANG.ID - Investasi di Kabupaten Magelang tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan bisnis. Lebih dari itu, investasi harus mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi usaha.
Pesan tersebut menjadi penekanan dalam kegiatan Magelang Growth Investment in Collaboration (MAGiC) 2026 di GOR Gemilang, Selasa (27/10/2026). Mengusung tema Investasi untuk Pemberdayaan Masyarakat, forum ini menjadi ajang promosi peluang investasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, investor, pelaku usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji yang mengikuti kegiatan secara daring menegaskan, investasi yang masuk harus sejalan dengan rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang daerah. Pemberdayaan masyarakat, menurutnya, harus menjadi tujuan utama dari kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Pemerintah Kabupaten Magelang berharap, investasi selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang di Kabupaten Magelang, khususnya terkait pemberdayaan masyarakat.
"Kami melihat investasi, pemerintah, dan dunia usaha itu muaranya adalah pemberdayaan masyarakat," ujar Grengseng.
Meski tidak dapat hadir secara langsung karena sedang dalam perjalanan dinas, ia menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendampingi investor dalam memenuhi persyaratan perizinan. Pemerintah, kata dia, tidak ingin proses perizinan menjadi penghambat masuknya investasi.
"Pemerintah daerah Kabupaten Magelang tidak akan mempersulit. Kami berharap investasi yang ada merupakan investasi berkelanjutan, dengan arah pemberdayaan masyarakat sebagai pedoman kami dalam mendampingi para pengusaha dan investor untuk berkolaborasi," tegasnya.
Grengseng menilai Kabupaten Magelang memiliki keunggulan komparatif yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pengembangan sektor pariwisata, pertanian, industri rumah tangga, dan industri mikro diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat.
Ia juga menyinggung pengembangan Tumpeng Menoreh di Desa Ngargoretno sebagai salah satu inspirasi investasi yang dapat dikembangkan di wilayah lain. Kolaborasi dengan investor dan pelaku usaha dinilai penting agar potensi daerah tidak berhenti sebagai keunggulan alam, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Wakil Bupati Magelang, Sahid saat membuka kegiatan MAGiC 2026 menyampaikan, Kabupaten Magelang dianugerahi potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, UMKM, dan usaha lokal. Lebih dari 70 persen pemanfaatan ruang di wilayah tersebut digunakan untuk kegiatan pertanian yang turut membentuk kehidupan sosial, semangat gotong royong, dan kearifan lokal.
Menurutnya, investasi perlu dikembangkan dengan memperhatikan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan usaha, mulai dari penyediaan tenaga kerja hingga pasokan bahan baku.
"Investasi perlu kita pandang bukan hanya sebagai aktivitas ekonomi yang berorientasi pada keuntungan usaha, tetapi juga sebagai salah satu instrumen pembangunan yang dapat memperluas kesempatan kerja, mengembangkan usaha lokal, meningkatkan keterampilan masyarakat, dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah," kata Sahid.
Ia menjelaskan, investor memiliki pertimbangan bisnis, seperti efisiensi, kualitas, ketepatan waktu, dan kepastian pasokan. Karena itu, masyarakat perlu dipersiapkan agar mampu menjadi mitra usaha yang kompetitif. Sementara dunia usaha diharapkan membuka ruang kemitraan yang realistis dan saling menguntungkan.
Sahid mencontohkan pengembangan Tumpeng Menoreh yang melibatkan masyarakat sebagai model investasi yang layak menjadi inspirasi.
"Investasi berjalan dan kondusif karena masyarakat terlibat dan dilibatkan," ujarnya.
Sektor pariwisata, lanjutnya, juga memiliki rantai nilai yang panjang dan dapat menjadi media pemasaran produk unggulan Kabupaten Magelang. Kunjungan wisatawan diharapkan mampu menggerakkan usaha lokal sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat.
Ia berharap pemanfaatan ruang untuk kegiatan pariwisata turut memberikan kesempatan kepada masyarakat pemilik tanah agar terlibat secara optimal dan tidak tersisih dari perkembangan investasi.
Ia menambahkan, pemberdayaan masyarakat tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, atau pertemuan antara investor dan pelaku UMK. Upaya tersebut harus diwujudkan melalui kolaborasi konkret yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Magelang, Budi Daryanto menyampaikan, MAGiC 2026 merupakan penyelenggaraan kedua. Kegiatan ini bertujuan mempromosikan peluang investasi inklusif yang tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Budi memaparkan, realisasi investasi Kabupaten Magelang selama periode 2021-2025 mengalami fluktuasi. Realisasi tertinggi terjadi pada 2023 dengan nilai Rp1,184 triliun, sedangkan terendah pada 2021 sebesar Rp312,8 miliar.
Adapun realisasi investasi pada 2026 hingga Triwulan III diperkirakan mencapai Rp513,22 miliar. Dengan demikian, akumulasi realisasi investasi sejak 2021 hingga Triwulan III 2026 diperkirakan mencapai Rp4,647 triliun.
Menurutnya, pengembangan investasi inklusif diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan manfaat pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Magelang.
Peluang investasi juga didukung pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen yang ditargetkan mencapai tahap konstruksi hingga 2028. Peningkatan konektivitas tersebut diharapkan mempermudah akses menuju Kabupaten Magelang dan meningkatkan daya tarik daerah bagi investor.
Melalui MAGiC 2026, Pemkab Magelang berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat semakin konkret. Dengan demikian, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari terbukanya lapangan kerja, berkembangnya usaha lokal, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Erik Kristanto, Pengelola Tumpeng Menoreh dan Guru Besar FEB UGM, Prof. Dr. Wihana Kirana Jaya.

0 Komentar