BERITAMAGELANG.ID - Paguyuban Ambulans Desa (Ambudes) Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang salurkan puluhan ribu liter air bersih untuk warga yang terdampak kemarau panjang.
Pelepasan armada bantuan air bersih dipimpin langsung Camat Srumbung, Budi Riyanto dari halaman Kantor Kecamatan Srumbung, Jumat (23/10/2026) malam.
Sebanyak lima armada mengangkut 25.000 liter air bersih dikerahkan secara serentak menuju lokasi terdampak kekeringan, yakni warga Dusun Grogolan, Desa Tirto, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.
"Mudah mudahan apa yang dirasakan, masalah air warga Dusun Grogolan bisa teratasi dan musim hujan segera datang sehingga ketersediaan air bisa tercukupi," kata Camat Srumbung, Budi Riyanto usai acara pelepasan tersebut.
Menurut Budi, pengiriman bantuan air bersih dari Kecamatan Srumbung Ini merupakan kali kedua bagi warga Tirto Kecamatan Salam.
Pengurus Paguyuban Ambudes Kecamatan Srumbung, Wahyu Wicaksono menjelaskan, aksi dropping air bersih ini murni didasari kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang kian kesulitan mendapatkan air bersih akibat surutnya sumber-sumber air warga.
Berdasarkan pemetaan, kondisi krisis air di Dusun Grogolan ini kesulitan air bersih dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi itu terjadi karena kemarau yang sangat panjang dimana sumber air yang biasa digunakan menyusut.
"Bantuan air sebanyak 25.000 liter ini harapannya dapat memenuhi kebutuhan sehari hari," ujar Wahyu.
Kedatangan mobil tangki pengangkut air bersih dari para sopir ambulans desa ini pun disambut antusias dan suka cita oleh masyarakat setempat. Mereka bahu membahu bersama para relawan mengalirkan air ke setiap titik bak tampung.
Kondisi medan yang berada di lereng pegunungan, akses sempit, dan terjal, sempat menyulitkan relawan saat memindahkan air ke dalam tandon yang ada di lokasi, sehingga harus dibantu dengan mesin pompa dan pralon plastik panjang dan gotong royong warga.
Perangkat Desa Tirto, Agung Gunawan mengungkapkan, di musim kemarau ini sekitar 80 kepala keluarga (KK) Dusun Grogolan mengalami kesulitan mengakses air bersih.
Kondisi itu terjadi setelah debit sumber air yang biasa diandalkan, yakni jaringan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) semakin kecil.
Demikian pula debit air sejumlah sumur rumah warga juga mulai berkurang, sehingga tidak cukup untuk berbagi dengan warga lainnya.
"Dengan bantuan air ini bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga," kata Agung.
@kominfomagelang ✨ Transformasi Mindset, Wujudkan Pelayanan Publik Berkualitas! Pemerintah Kabupaten Magelang terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan birokrasi yang profesional, responsif, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan Transformasi Mindset dan Sharing Praktik Baik Pelayanan Publik, seluruh jajaran diajak untuk membangun pola pikir positif, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antarperangkat daerah. 🤝 Karena pelayanan terbaik lahir dari kerja sama, kepedulian, dan semangat melayani dengan sepenuh hati. Bersama, wujudkan pelayanan publik yang cepat, ramah, tuntas, dan berkualitas demi Magelang yang semakin maju! #Magelang #KabupatenMagelang #PelayananPublik #TransformasiBirokrasi
♬ original sound kominfomagelang
0 Komentar