Siswa Disabilitas Belajar Perkuat Penanggulangan Bencana Inklusif Bersama BPBD

Dilihat 16 kali
Anak-anak SLB Ma'arif saat mencoba permainan flying fox untuk melatih keberanian di halaman kantor BPBD Kabupaten Magelang, Selasa (27/10/2026)

BERITAMAGELANG.ID - BPBD Kabupaten Magelang memperkuat upaya penanggulangan bencana yang inklusif melalui edukasi kebencanaan bagi siswa-siswi SLB Ma'arif Muntilan, khususnya anak-anak dengan kekurangan pendengaran, di BPBD Kabupaten Magelang, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman penyandang disabilitas mengenai risiko bencana, kesiapsiagaan, serta cara menyelamatkan diri ketika bencana terjadi.


Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal kebencanaan melalui aktivitas yang menyenangkan, mulai dari pengenalan sederhana tentang keselamatan, permainan flying fox untuk melatih keberanian, hingga eksperimen sains berupa simulasi gunung meletus menggunakan peraga yang menarik dan mudah dipahami. Pendekatan belajar sambil bermain ini menjadi salah satu cara untuk menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini.


Guru pendamping SLB Ma'arif Muntilan, Eviana menyampaikan, apresiasi kepada BPBD Kabupaten Magelang yang telah menerima kunjungan dan memberikan edukasi kebencanaan kepada para siswa. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal berbagai jenis bencana sekaligus memahami cara menghadapi situasi darurat.


"Kami sangat senang bisa diterima di sini, dikenalkan dengan berbagai macam bencana, serta diberi pemahaman tentang cara menghadapi bencana dan menyelamatkan diri ketika terjadi bencana,” ujar Eviana.


Ia menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan membangun pemahaman anak-anak tentang bencana agar mereka mampu mengenali risiko dan memiliki kesiapan untuk menghadapi situasi darurat secara mandiri. Menurut Eviana, setiap orang perlu memperoleh kesempatan yang sama untuk memahami risiko bencana dan mengetahui langkah-langkah keselamatan.


"Kami berharap BPBD dapat memberikan penyuluhan mitigasi bencana kepada seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya masyarakat pada umumnya, tetapi juga anak-anak penyandang disabilitas agar mereka turut mendapatkan edukasi kebencanaan,” ungkap Eviana.


Analis Kebencanaan BPBD Kabupaten Magelang, Rika Susanti menegaskan,  edukasi kebencanaan harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Penyampaian informasi perlu memperhatikan kebutuhan peserta agar pengetahuan mengenai keselamatan dapat dipahami dan diterapkan oleh semua orang.


"BPBD Kabupaten Magelang sangat terbuka dan senang menerima kunjungan teman-teman penyandang disabilitas. Edukasi kebencanaan harus dapat diakses oleh semua orang tanpa terkecuali,” kata Rika.


Menurutnya, pendekatan edukasi yang menarik dan mudah dipahami menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan pengetahuan kebencanaan kepada anak-anak sejak dini. Melalui kegiatan yang melibatkan pengalaman langsung, pesan mengenai keselamatan diharapkan dapat lebih mudah dipahami dan diingat.


Rika menambahkan, penanggulangan bencana inklusif tidak cukup hanya dengan memberikan edukasi, tetapi juga harus memastikan penyandang disabilitas dilibatkan dalam setiap tahapan penanggulangan bencana.


"Penanggulangan bencana yang inklusif bukan hanya tentang memberikan edukasi, tetapi juga memastikan teman-teman penyandang disabilitas dilibatkan dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari kesiapsiagaan, evakuasi, hingga pemulihan,” jelasnya.


BPBD Kabupaten Magelang terus mendorong penguatan budaya sadar bencana melalui edukasi kepada berbagai kelompok masyarakat. Melalui kegiatan ini BPBD ingin menegaskan pentingnya pendekatan edukasi yang inklusif dan sesuai dengan kebutuhan peserta. Dengan metode belajar sambil bermain, materi kebencanaan dapat disampaikan secara lebih menarik dan mudah dipahami, sekaligus membangun keberanian serta kesadaran mengenai keselamatan diri.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar