Posyandu Bertransformasi Tangani Kerawanan Pangan dan Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan

Dilihat 20 kali
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Magelang, Dian Grengseng Pamuji secara simbolis menyerahkan Bantuan Bahan Pangan kepada 110 RTM di Desa Sukomulyo, Kecamatan Kajoran.

BERITAMAGELANG.ID - Peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) kini mengalami transformasi strategis menyusul diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024. Posyandu tidak lagi sekadar menjadi pusat pelayanan kesehatan ibu dan anak, melainkan berkembang menjadi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).


Model baru ini mengintegrasikan enam bidang pelayanan sekaligus: kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat dan sosial.


Sebagai wujud penguatan peran tersebut, digelar acara Sinergitas Posyandu 6 SPM melalui Intervensi Kerawanan Pangan dan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan di Kantor Kepala Desa Sukomulyo, Kecamatan Kajoran, Jumat (9/10/2026).


Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan Sub Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Penanganan Kerawanan Pangan dan Gizi Kabupaten/Kota Tahun 2026 oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang.


Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Magelang, Dian Grengseng Pamuji menyampaikan integrasi 6 SPM memosisikan Posyandu sebagai wadah aspirasi dan partisipasi masyarakat di tingkat akar rumput agar selaras dengan kebijakan pemerintah daerah.


Sebagai langkah konkret penanganan kerawanan pangan, Posyandu bersinergi dengan Distanpangan menyalurkan bantuan pangan secara rutin setiap bulan selama tiga bulan kepada 110 Rumah Tangga Miskin (RTM).


Setiap paket bantuan pangan tersebut berisi beras 10 kg, daging ayam 1 kg, telur 2 kg, abon tuna dua bungkus, dan mie mocaf lima bungkus.


"Langkah intervensi ini diharapkan dapat meningkatkan keterjangkauan pangan, meringankan beban pengeluaran harian masyarakat, serta menjamin pemenuhan gizi keluarga guna menekan angka stunting," ujar Dian.


Selain fokus pada ketahanan pangan, kegiatan ini turut menggandeng Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PPPA) untuk memberikan promosi dan advokasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.


Melalui interaksi rutin di tengah warga, para kader Posyandu kini dibekali kepekaan mendeteksi dini kerentanan sosial, seperti Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), masalah psikososial, hingga risiko perkawinan usia anak.


Para kader disiapkan sebagai penghubung rujukan awal ke lembaga layanan resmi, mulai dari Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) tingkat kecamatan, P2TP2A, UPTD PPA, hingga Unit PPA Polresta Magelang.


"Kader Posyandu di Desa Sukomulyo dan Kecamatan Kajoran adalah mata, telinga, dan hati Pemerintah Kabupaten Magelang di tingkat tapak. Tugas ini sangat mulia, tidak hanya menjadi garda terdepan kesehatan, tetapi juga mantap menjadi agen perlindungan sosial," lanjut Dian.


Pemerintah Kabupaten Magelang menyampaikan apresiasi atas dukungan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, perangkat daerah terkait, serta dedikasi para kader Posyandu.


"Sinergitas lintas sektor ini diharapkan mampu mewujudkan visi Kabupaten Magelang yang mandiri secara pangan, bebas dari kekerasan, serta menjadi daerah yang aman, nyaman, religius, unggul, dan sejahtera (Anyar Gress)," pungkasnya.


Pj Kepala Desa Sukomulyo, Sudarsono menyambut baik penyaluran bantuan pangan yang dinilai sangat berarti bagi 110 RTM di wilayahnya.


"Bagi pihak desa, ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan PR besar untuk bersama-sama mendorong kesejahteraan warga serta melayani masyarakat dengan lebih baik," kata dia.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang