ASN dan Pegawai Swasta Ikuti Latihan Kader Bela Negara

Dilihat 20 kali

BERITAMAGELANG.ID - Bela negara bukan sekadar mengangkat senjata atau menjalankan tugas militer. Menjaga lingkungan, mencegah kebakaran hutan, menciptakan keamanan, hingga menumbuhkan kepedulian sosial juga menjadi wujud nyata bela negara.

Semangat tersebut menjadi fokus Latihan Kader Bela Negara Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Rindam IV/Diponegoro. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk aparatur pemerintah, karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), serta para pekerja.

Latihan mengusung tema Internalisasi Nilai Dasar Bela Negara sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat karakter kebangsaan sekaligus mendorong masyarakat berperan aktif menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Pusat Bela Negara Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Luhut Marpaung mengatakan, pembinaan kader bela negara merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya Kementerian Pertahanan maupun TNI.

"Bela negara itu bukan hanya tugas Kementerian Pertahanan, tetapi tanggung jawab seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat," tegas Brigjen Luhut Marpaung usai memimpin upacara pembukaan bela negara di lapangan Rindam IV/Diponegoro, Selasa (27/10/2026).

Menurut Luhut, nilai-nilai bela negara perlu diterapkan melalui tindakan konkret dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga kelestarian lingkungan, mencegah kebakaran hutan, serta menciptakan kondisi lingkungan yang aman dan kondusif.

"Harapannya, semua berperan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di lingkungan kita. Itulah nilai-nilai bela negara yang ingin kita ingatkan dan sampaikan bersama-sama," ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan latihan di Rindam IV/Diponegoro merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertahanan memperluas pembinaan bela negara ke berbagai daerah di Indonesia. Sinergi dengan pemerintah daerah diharapkan terus berlanjut setelah pelatihan selesai.

Para peserta juga diharapkan tidak hanya memahami materi selama mengikuti pendidikan, tetapi mampu menjadi kader sekaligus duta bela negara di lingkungan masing-masing.

"Kita berharap mereka menjadi duta-duta bela negara, baik di dalam keluarga, lingkungan tempat tinggal, maupun lingkungan pekerjaan," katanya.

Pj Sekda Kabupaten Magelang, David Rudyanto menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan latihan kader bela negara tersebut. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk membangun sikap mental dan karakter warga negara yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Ia menyebutkan, bela negara merupakan bagian dari tanggung jawab setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1).

"Nilai dasar bela negara diharapkan menjadi landasan sikap dan perilaku yang dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari," demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Adapun nilai dasar bela negara meliputi cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara.

Pembinaan tersebut juga sejalan dengan upaya membangun karakter bangsa dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Melalui latihan ini, para kader diharapkan mampu menularkan semangat kebangsaan, meningkatkan kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitar, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.

Dengan demikian, bela negara tidak berhenti sebagai slogan atau kegiatan seremonial, tetapi menjadi tindakan nyata yang tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Magelang, Labbaika Nugroho menambahkan, Kabupaten Magelang mengirimkan 90 personil dalam pelatihan Bela Negara ini, terdiri dari 70 personil dari unsur ASN dan 20 personil dari berbagai karyawan BUMD.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar