BERITAMAGELANG.ID - Sebanyak 500 penari Gedrug tampil memeriahkan Grebeg Ojeg ke-12 Tahun 2026 di Lapangan Desa Sidomulyo, Kecamatan Salaman, Minggu (1/11/2026). Penampilan kolosal tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam perhelatan tahunan yang tidak hanya menghadirkan hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan potensi usaha lokal.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut digagas Karang Taruna KOMPEBA (Komunitas Petruk Bagong) bersama masyarakat Dusun Drojogan, Desa Sidomulyo. Berbagai agenda turut mewarnai kegiatan, mulai dari pengajian akbar, jalan sehat, pertunjukan kesenian, gunungan ojeg, hingga hiburan musik Janema.
Bupati Magelang yang diwakili Plh. Sekretaris Daerah, David Rudiyanto menyampaikan apresiasi atas konsistensi pemuda dan masyarakat dalam menyelenggarakan Grebeg Ojeg hingga memasuki tahun ke-12.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh bagaimana kreativitas dan inisiatif masyarakat dapat dikembangkan menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi ekonomi desa.
"Grebeg Ojeg bukan sekadar perayaan rutin, melainkan wujud nyata semangat kewirausahaan, kreativitas, dan kekompakan warga dalam membangun ekonomi lokal," ungkap David saat membacakan sambutan Bupati Magelang.
Ia menjelaskan, Grebeg Ojeg menjadi wadah untuk mengangkat berbagai usaha masyarakat Dusun Drojogan, mulai dari pedagang cilok yang akrab disapa ojeg, pengusaha kaos, hingga produsen genteng yang menjadi kebanggaan desa.
Melalui kegiatan tersebut, produk dan usaha masyarakat memiliki kesempatan untuk lebih dikenal, sekaligus menunjukkan bahwa potensi ekonomi desa dapat tumbuh melalui kreativitas, kerja keras, dan keterlibatan warganya.
Lebih lanjut, ia berharap semangat kepeloporan generasi muda yang sejalan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 dapat terus diwujudkan melalui kegiatan produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Tidak hanya mengembangkan potensi ekonomi, Grebeg Ojeg juga menjadi sarana memperkuat persatuan, kerukunan, dan gotong royong. Keterlibatan ratusan penari Gedrug menjadi salah satu wujud partisipasi masyarakat dalam menjaga kesenian tradisional agar tetap hidup dan dikenal lintas generasi.
Kepala Desa Sidomulyo, Nurwasis menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Karang Taruna KOMPEBA dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan Grebeg Ojeg ke-12.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas, memperkenalkan potensi usaha lokal, serta menjaga dan melestarikan kesenian tradisional.
"Kekompakan dan partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempertahankan keberlangsungan Grebeg Ojeg dan semangat tersebut terus kita jaga sehingga penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang semakin berkembang, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta memperkuat kebanggaan warga terhadap potensi Desa Sidomulyo," harapnya.
Pemerintah Kabupaten Magelang berharap kegiatan berbasis potensi lokal seperti Grebeg Ojeg dapat terus tumbuh sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, melestarikan budaya, serta memperkuat kebersamaan dalam membangun desa.


0 Komentar