BI Salurkan Bantuan Borobudur Playon untuk Kelola Sampah

Dilihat 40 kali
Penyerahan Bantuan Sarana Prasarana TPS3R dari kolaborasi Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Magelang kegiatan Rupiah Borobudur Playon 2026 kepada 10 Desa di Borobudur

BERITAMAGELANG.ID - Sebanyak 10 Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle di Kecamatan Borobudur menerima kucuran bantuan sarana dan prasarana total senilai Rp633.365.000,00 dari Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Magelang. Penyerahan fasilitas pengelolaan limbah ini dipusatkan di TPS3R Candirejo, Rabu (28/10/2026). Sarana prasarana tersebut berupa 10 kendaraan angkut sampah untuk 10 desa yang dijadikan rute Rupiah Borobudur Playon 2026 di Borobudur, dan beberapa alat pres dan giling sampah khusus untuk diberikan kepada TPS3R Candirejo. 

Seluruh anggaran tersebut bersumber dari akumulasi biaya pendaftaran ajang lari Rupiah Borobudur Playon 2026 yang mengusung konsep kepedulian sosial bertajuk "Lari untuk Berbagi".

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho menjelaskan, agenda lari ini sengaja dirancang untuk menggerakkan pariwisata berbasis olahraga sekaligus memutar roda ekonomi warga di sekitar candi.

"Rupiah Borobudur Playon kami arahkan untuk mendongkrak sport tourism. Selain mempromosikan destinasi wisata Jawa Tengah, kegiatan ini membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM lokal Borobudur, sekaligus menanamkan semangat cinta, bangga, dan paham Rupiah," imbuhnya.

Sesuai rencana alokasi, pihak penyelenggara berkoordinasi dengan Pemkab Magelang untuk menyalurkan dana tersebut ke sektor sanitasi desa. Bantuan yang diserahkan ke 10 titik TPS3R mencakup motor roda tiga pengangkut sampah, perluasan hanggar pengeringan bahan baku bahan bakar alternatif, meja pemilah, serta mesin pres sampah.

Menurut Noor, daya tarik kawasan cagar budaya tidak hanya bertumpu pada kemegahan Candi Borobudur, melainkan juga kebersihan kawasan pemukiman di sekelilingnya.

Mewakili Bupati Magelang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Magelang, Bella Pinarsih, menyebut dukungan ini sejalan dengan agenda daerah bertajuk Sampah Tuntas di Desa. Program tersebut merupakan turunan dari pilar ketujuh Sapta Cipta Bupati Magelang, yakni Lestari Alame, dengan Borobudur sebagai wilayah percontohan.

"Event olahraga terbukti bisa menjadi wadah solidaritas sosial dan kepedulian lingkungan. Gotong royong semacam ini sangat dibutuhkan daerah," ujar Bella.

Kendati demikian, Bella mengingatkan bahwa kehadiran mesin dan kendaraan baru tidak otomatis menyelesaikan persoalan sampah bila kebiasaan warga tidak berubah.

"Fasilitas fisik seperti gedung, armada motor, atau mesin pemroses hanyalah penunjang. Kunci utamanya tetap pada perubahan pola hidup warga, tata kelola TPS3R yang tertib, dan keterlibatan aktif masyarakat," tegasnya saat membacakan sambutan bupati.

Melalui pendekatan nilai lokal Hamemayu Hayuning Bawono, Pemkab Magelang mendorong warga memulai pemilahan limbah sejak dari dapur serta memanfaatkan sampah organik menjadi kompos, demi menjaga kelestarian kawasan wisata Borobudur dalam jangka panjang.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar