Menyampaikan Peristiwa Aktual di Kelas

Dilihat 3343 kali
Menyampaikan peristiwa aktual pada saat pembelajaran di kelas akan menjadikan materi lebih bermakna.

Sebagaimana diketahui guru yang konstruktif adalah yang memiliki tujuan untuk melakukan perubahan dalam diri peserta didiknya. Perubahan tersebut dapat dicapai jika mampu menempatkan dirinya sebagai sumber kreativitas  dan inspirasi bagi peserta didiknya yang memiliki multi ragam karakter.


Adapun indikator sederhana guru yang konstruktif tak lain adalah selalu memperbaharui pengetahuan yang sudah dimiliki. Lebih konkretnya dia akan selalu bercerita atau menarasikan berbagai hal aktual yang dibaca, dipahami, atau kegiatan yang dilakukannya untuk menantang dan menginspirasi peserta didik.


Mengaktualisasikan pembelajaran dengan kehidupan nyata merupakan metode pembelajaran kontekstual yang perlu diaplikasikan dalam tataran praksis. Pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang mengorelasikan materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata atau yang dialami peserta didik secara langsung.  


Di samping itu mengaktualisasikan pembelajaran dalam kehidupan nyata merupakan bagian dari kompetensi profesional seorang guru yang di dalamnya menegaskan bahwa guru perlu menguasai materi pendalaman secara komprehensif dan mendalam serta mampu menggunakan materi yang diajarkan dalam kehidupan nyata.

 

Memperbaharui Informasi


Aktualitas dalam penyampaian materi ketika mengawali pembelajaran akan menyadarkan peserta didik pentingnya selalu memperbaharui informasi dan merefleksikan pengalaman. Guru bisa memulai setiap pelajaran dengan mengacu pada peristiwa aktual dalam kehidupan sahari-hari. Bisa juga guru menggunakan pengalaman pribadinya untuk mengajak peserta didik melihat pentingnya pembelajaran secara berkelanjutan.


Guru bisa mempergunakan peristiwa aktual sebagai pengantar masuk untuk membahas materi pelajaran. Pengantar masuk tersebut dikenal dengan persepsi untuk membuka cakrawala pandang peserta didik dalam konteks berpikir dalam skala makro. Misalnya di beberapa daerah banyak diberitakan kasus Covid-19 mulai meningkat lagi, sehingga banyak sekolah yang semula banyak yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) sekarang kembali dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).


Dengan mengamati situasi yang sedang berkembang di ranah publik, sebagaimana contoh di atas guru bisa mengajak peserta didik untuk menganalisis peristiwa tersebut dari berbagai sudut pandang, baik dari ilmu sosial, sains, budaya,dan sebagainya. Bila dilihat dari perspektif sosial guru dan peserta didik pada saat mengambil kesimpulan dapat menarik benang merah, bahwa merebaknya kasus covid-19 dari hari ke hari, karena masyarakat kurang menaati protokol kesehatan. Hal-hal aktual lain yang terjadi di sekitar peserta didik bisa menjadi media untuk menggali pemahaman peserta didik tentang peristiwa aktual yang terjadi.


Peristiwa aktual yang disampaikan pada awal pelajaran akan membawa peserta didik pada konsep bahwa pembelajaran harus  selalu aktual dan relevan dengan persoalan yang ada dalam masyarakat. Untuk itu, meskipun guru menceritakan hal-hal aktual yang dibaca, didengar,dilihat, dan dialami, perlu juga konsisten untuk mengorelasikan dengan isi materi pembelajaran yang saat ini sedang dipelajari peserta didik.


Untuk sukses dalam menghadapi abad ke-21 dengan segala tantangannya, maka pendidikan saat ini dirancang dapat menghasilkan kompetensi peserta didik secara menyeluruh, meliputi segala aspek, diantaranya aspek pengetahuan, keterampilan, serta  literasi maupun numerasi.


Dalam kaitannya dengan hal tersebut, guru diharapkan mampu mengubah pola pikir peserta didik pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Implikasi kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan  suatu kemampuan berpikir yang tidak hanya membutuhkan kemampuan mengingat saja, namun  membutuhkan kemampuan lain yang lebih  tinggi, seperti kemampuan berpikir kritis dan kreatif (Winarso, 2014).


Kemampuan Reflektif


Tak bisa dipungkiri dengan mengorelasikan materi pembelajaran dengan peristiwa aktual merupakan bagian dari kemampuan berpikir kritis peserta didik. Tentu, di sini dibutuhkan kemampuan reflektif guru untuk mengaitkan isi materi pelajaran dengan peristiwa aktual yang terjadi sehingga pembelajaran menjadi semakin menarik. Kemampuan reflektif yang dimaksudkan di sini adalah seni mengorelasikan serangkaian masukan informasi pengalaman nyata yang direfleksikan guru dalam konteks pembelajaran. Guru bisa memusatkan perhatiannya pada refleksi nilai dari peristiwa-peristiwa yang dilihat dan dialaminya dan mengaitkannya dengan relevansi pembelajaran yang sedang dilakukan.


Sebagai contoh, guru sedang membahas masalah perkembangan seni pertunjukan di Indonesia dalam mata pelajaran seni budaya. Guru perlu mencari aktualitas dari persoalan materi perkembangan seni pertunjukan ini dalam kehidupan sehari-hari. Maka, untuk membuat pembelajaran ini aktual, guru bisa bercerita tentang kasus-kasus perkembangan seni pertunjukan, misalnya dari perkembangan awal masuknya ke Indonesia, perkembangan ketika di bawah kendali kerajaan, sampai saat ini. Di samping itu akan lebih menarik dan menantang, nasib seni pertunjukan ketika pandemi Covid-19 juga dieksplanasikan menjadi bahan diskusi.


Guru juga bisa juga menggunakan metode lain, yaitu menggali aktualitas dari peserta didik baik dari isi materi, mempertanyakan pengalaman mereka tentang tema materi pembelajaran tertentu, dan membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik dengan mengajak mendiskusikan persoalan-persoalan di dalam masyarakat.


Peristiwa aktual yang disampaikan secara relevan sesuai konteks isi mata pelajaran akan membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi peserta didik. Di samping itu penguatan pendidikan karakter akan dapat terbentuk secara alami, karena pembiasaan baik tersebut dilaksanakan secara faktual dan konsisten.


(Oleh: Drs. Ch. Dwi Anugrah, M.Pd., Guru Seni Budaya SMK Wiyasa Magelang)

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar