Pengajaran Bahasa Jerman SMA dengan Mnemonics

Dilihat 2354 kali
Foto: freepik.com
Penulis: Ekowati Septi Rahayu, S.Pd., M.Pd.

Guru Bahasa Jerman SMA N 1 Magelang


Pembelajaran bahasa Jerman melalui media audio visual, media elektronik dan multimedia seperti internet dewasa ini bukan merupakan hal yang baru, apalagi dalam kondisi setelah PJJ menjadikan guru dan siswa melek alat digital. Dengan media digital, guru dan siswa banyak mendapatkan informasi dari segala penjuru dunia, dengan begitu pembelajar dapat segera mengetahui apa yang terjadi diseluruh dunia. Hal tersebut antara lain dipicu oleh perkembangan teknologi komunikasi yang sangat cepat, kesadaran dan kebutuhan untuk memperoleh informasi secara cepat dan akurat, sehingga jarak dewasa ini bukan lagi merupakan suatu hambatan untuk mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dunia.


Begitu mudahnya mengakses internet untuk mendapatkan informasi, akan tetapi kenyataan di lapangan dalam pengajaran bahasa Jerman tidak hanya informasi tentang keadaan dan situasi geografis negara tersebut (Erdkunde) yang akan dipelajari, akan tetapi pengajaran yang dilakukan di tingkat SMA adalah keterpaduan (integritas) dari berbagai keterampilan yaitu keterampilan berbicara (Sprechfertigkeit), keterampilan mendengarkan (Hoverstehen), keterampilan membaca (Leseverstehen), keterampilan menulis (Schreibfertigkeit).


Di samping itu dibutuhkan pemahaman tentang tata bahasa (Grammatik/Struktur) dan kosakata (Wortsatz), serta sedikit pengetahuan tentang sejarah (Geschichte) dan geografi (Erdkunde) dari Negara Jerman. Dalam hal ini untuk mengingat, menyimpan dan menyampaikan ujaran, tidak tertutup kemungkinan siswa terlalu kesulitan atau sering lupa kosakatanya. Siswa banyak memikirkan materi pelajaran yang terlalu banyak dan bermacam-macam. Banyak guru kemudian memberikan jembatan keledai untuk dapat mengingat materi-materi yang panjang atau yang terasa sulit tersebut. Dalam hal ini, guru mencoba memperkecil kemungkinan yang negatif atau kesukaran tersebut dengan cara-cara yang tepat agar apa yang dipelajari dapat dihafal dan dimengerti dengan baik.


Alternatif yang dianggap tepat dalam menghafal ilmu pengetahuan tentang Jerman baik pelajaran tata bahasa (Struktur) dan geografi (Erdkunde / Konstrastive Kulturkunde) dan sejarah (Geschichte) adalah dengan metode Mnemonics yang menurut Trianto, 2007:95 atau oleh Horst G. Sperber yang disebut dengan metode mnemotechnik.


Pengajaran Bahasa Jerman SMA dengan Penerapan Mnemonics / Mnemotechnik


Pengajaran bahasa Jerman di SMA disampaikan secara terpadu (integritas), membuat guru memulai pelajaran dengan berbicara kemudian dilanjutkan keterampilan tata bahasa atau dari menulis dan kemudian bercerita. Untuk itu siswa dalam menghafal dan menuangkan hafalan tersebut dapat dibantu guru menggunakan metode Mnemoniccs yaitu menggunakan rumus, akronim, rangkaian cerita, puisi, lagu, diagram, tabel, peta, huruf-huruf yang dicetak tebal, digarisbawahi atau diwarnai.


Adapun pengertian mnemonics menurut Trianto adalah metode untuk membantu menata informasi yang menjangkau ingatan dalam pola-pola yang dikenal, sehingga lebih mudah dicocokkan dengan pola skemata dalam memori jangka panjang. Hal ini merupakan penggunaan bantuan belajar atau cara berfikir untuk mempermudah mengingat berbagai macam materi pelajaran.


Pembuatan kalimat (Satzt) diperlukan pemahaman tentang pola kalimat yang tepat, misalnya dia (laki-laki) suka belajar bahasa Jerman. (Er mag Deutsch lernen). Apabila diubah dia (perempuan) suka belajar bahasa Jerman, maka kata kerjanya berubah dan kalimatnya menjadi du magst Deutsch lernen.


Atau dia belajar bahasa Jerman dan membuat pekerjaan rumah, dalam bahasa Jermannya menjadi er / sie / es lernt und macht Hausaufgaben. Untuk mempermudah penggantinya kata kerja tersebut guru memberikan rumus : -estenten yang artinya kata dasarnya (Stamm nya dari lernen adalah lern, mogen adalah mag, dan machen adalah mach) yang kemudian harus ditambah akhiran (Endung + -e, -st, -t, -en, -t, -en) yang disesuaikan dengan kata ganti orang.


Untuk kami/ kita / mengerjakan pekerjaan rumah maka bahasa Jermannya Wir machen Hausaufgaben. Kalian mengerjakan PR adalah Ihr macht Hausaufgaben serta anda/ mereka mengerjakan PR adalah Sie machen Hausafgaben. Begitu pula untuk kata kerja lainnya menggunakan rumus tersebut.


Cara memberikan rumuspun diperlukan pula untuk kata sandang/ artikel dalam bahasa Jerman yang meliputi der, das, die (singular) dan pluralnya (die) dalam kasus Nominativ (subjek) dan dapat disingkat -r, -s, -e , -e. Sedangkan untuk kasus Akkusativ (objek) kata sandang tersebut berubah den, das, die, die (plural) dapat disingkat -n, -s, -e, -e.


Untuk mempermudah hafalan rumus tersebut, dapat dipergunakan lagu/ nyanyian dari kata sandang tersebut. Dengan melodi selawat Nabi, maka syairnya menjadi Akkusativ n s e e (3x) Frage wohin und wielange. Atau dari kasus Dativ (objek) kata sandang berubah menjadi dem, dem, der, den + n maka dengan syair selamat ulang tahun maka dapat dilagukan Dativ m m r n (3x) Frage wann, woher, wo.


Apabila guru dan siswa kreatif dapat membuat rumus dan dibuat lagu. Seperti halnya melodi naik-naik ke puncak gunung untuk menghafal kata ganti kepunyaan yang syairnya berbunyi Ich mein 2x, du dein 2x, er sein, sie ihr und es sein ...2x wir unser und ihr euer zum SchluB sie ihr und sie ihr. Maka siswa tidak hanya bernyanyi yang merupakan motivasi siswa yang menyenangkan, namun siswa dapat menghafal artikel tersebut.


Adapun untuk menghafal kata penghubung bahasa Jerman adalah dengan ADUSO yaitu singkatan dari aber (tetapi), denn (karena), und (dan), sondern (melainkan) dan oder (atau). Ini perlu dipahami susunan kalimat antara anak kalimat dengan induk kalimat yaitu setara. (S-P-O + aduso + S-P-O). Misalnya: saya belajar Bahasa Jerman dan adik belajar Matematika (Ich lerne Deutsch und meine Schwester lernt Mathe).


Mengingat banyaknya kosakata yang dihafal, guru dapat memperkenalkan puisi sederhana seperti Ich gehe, du gehst, er geht und geht es? Danke, es geht. Kata tersebut dapat dilengkapi gambar saya jalan, kamu jalan, dia jalan dan menanyakan apa kabar ? yang dijawab baik. Kata dalam puisi (Gedicht) tersebut hanya untuk memancing siswa untuk membuat puisi lainnya dari kosakata (wortschatz) yang sudah dipunyai.


Dalam menceritakan keluarga / die Familie siswa dapat menggunakan diagram, yaitu menyebutkan oma dan opanya, orang tuanya dan saudaranya. Diagram dapat dipakai mengingat siapa saja dalam satu keluarga, kemudian menceritakan hobi dan pekerjaan serta yang dilakukan dalam sehari-harinya. Selain diagram dapat pula digunakan tabel yang memuat daftar keluarga, pekerjaan, hobi, usia dan keterangan lainnya.


Dari gambar peta (die Landkarte)dapat pula siswa menceritakan letak tempat tinggal, sekolah, tempat-tempat lainnya. Dalam menceritakan keadaan tempat siswa dapat pula memberikan keterangan kata depan (praposition).


Dalam menghafal batas-batas Negara Jerman dengan negara tetangganya, yaitu Danemark, Polen, Tschechische Republik, Osterreich, Schweiz, Frankreich, Luxemburg, Belgien dan Niederlande maka penerapannya diurai dalam rangkaian cerita pendek (Geschichte) yang mudah diingat (Kartika : 2004), yakni : siswa diminta untuk menyebutkan jenis suntikan imunisasi yang digunakan untuk bayi. Jawaban yang diharapkan adalah DPT yang merupakan singkatan dari  Danemark, Polen, Tschechische Republic. Dengan demikian siswa sudah dapat 3 negara yang dihafal.


Guru meminta siswa menyebutkan macamnya olahraga bela diri dan siswa diharapkan menjawab karate. Dan bagaimana suara dalam memberi salam karate tersebut maka jawabannya adalah OS. Suara tersebut dapat dikatakan oleh Frank yang berarti akronim dari Osterreich, Schweiz, Frankreich,


Cerita dilanjutkan : Orang kaya sering membeli barang-barang yang bagaimana, jawabannya diharapkan LUX yang merupakan kependekan dari Luxemburg. Dengan demikian siswa tinggal menyebutkan 2 negara lainnya dan guru menanyakan siswa grup anak remaja yang suka musik akan masuk apa, maka jawaban yang diharapkan adalah BEN yang berarti Belgien dan Niederlande.


Masih banyak ragam dan jenis mnemonics yang dapat diterapkan guru dalam pengajaran bahasa Jerman. Hal ini sangat menarik apabila dikembangkan oleh guru maupun siswa untuk motivasi, inovasi dan kreasinya, agar materi yang dihafalkan akan dapat melekat dalam ingatan siswa lebih lama.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar