Perlu Gerakan Memotivasi Secara Kontinyu Pentingnya Pendidikan Lanjutan Bagi ATS

Dilihat 1316 kali
Rakor evaluasi hasil rekonfirmasi data ATS di Kabupaten Magelang untuk kembali bersekolah, di Hotel Trio Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Hasil rekonfirmasi tim Komunitas Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) Kabupaten Magelang di empat desa tersebar di empat kecamatan, menunjukkan animo Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Magelang kembali bersekolah, masih cukup tinggi.

"Namun demikian,  perlu adanya gerakan memberikan motivasi secara terus-menerus kepada ATS dan orang tua akan pentingnya pendidikan," kata Ketua KMPP Kabupaten Magelang, Eko Triyono pada Rapat Kerja (Rakor) KMPP di Hotel Trio Magelang, Rabu (22/11-2023).

Menurut Eko Triyono, gerakan moral untuk memberikan motivasi akan pentingnya  pendidikan bagi ATS secara kontinyu, termasuk kepada orang tua. Memberikan semangat secara personal kepada anak-anak yang putus sekolah, sangat diperlukan agar anak maupun orang tua faham akan pentingnya pendidikan di masa ke depan.

Sedangkan empat titik rekonfirmasi data ATS di Kabupaten Magelang, adalah Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Desa Purwodadi, Kecamatan Tegalrejo, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik dan Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran.

Dari laporan hasil rekonfirmasi, lanjut Eko Triyono, perlu adanya gerakan moral kepada anak-anak yang putus sekolah untuk bisa melanjutkan pendidikan kesetaraan 12 tahun (setingkat SMA), dan memberikan semangat dilakukan secara terus-menerus, termasuk kepada orang tua.

"Kuncinya, ATS agar kembali bersekolah, ada pada orang tua, keluarga dan lingkungan sekitar. KMPP sebagai relawan pendidikan, tidak jenuh untuk datang ke desa yang angka ATS nya tinggi, guna memberikan semangat pada anak-anak," pinta Eko Triyono.

Kesimpulan dari dialog dan pengamatan di Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, persoalan mendasar kenapa mereka tidak melanjutkan sekolah, bukan semata karena ekonomi orang tua, atau faktor tidak ada biaya. Sebab dari penampilan mereka (ATS) tidak menjukkan kekurangan biaya, karena buktinya mereka mampu membeli rokok yang berkelas (merek tertentu) yang harga per bungkusnya cukup mahal.

"Jadi, kesimpulan sementara, mereka tidak melanjutkan sekolah hingga tingkat SMA, bukan masalah biaya, tapi soal kemauan dan dorongan dari orang tua termasuk keluarga," tambah Eko Triyono.

Maka target tahun 2024 untuk mengembalikan 1.000 ATS kembali bersekolah, menjadi program prioritas, sehingga harus mendapat dukungan semua pihak, baik pemerintah daerah, swasta, BAZNAS dan stekholder lainya yang peduli terhadap pendidikan.

Guna membangun sinegitas, KMPP Kabupaten Magelang akan silaturahim kepada Pengurus Cabang NU Kabupaten Magelang, Sabtu tanggal 25 November 2023, sekitar puku 12.30 Wib, di Kantor PC NU Palbapang, Mungkid. Agendanya, antara lain perlu dukungan Ormas NU dalam program tahun 2024 untuk mengembalikan ATS kembali bersakolah.

Program penanganan ATS di Kabupaten Magelang, oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,  Bappeda & Litbangda, KMPP Kabupaten Magelang yang didukung oleh Unicef. Data ATS, sebagai dasar penanganan anak tidak sekolah  kembali bersekolah hingga kesetaraan  pendidikan 12 tahun (tingkat SMA).

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar