Akibat Longsor, Satu Rumah di Salaman Rata dengan Tanah

Dilihat 2322 kali
Kondisi rumah Wainah yang roboh akibat terkena material longsor pada Kamis (1/2/2024).

BERITAMAGELANG.ID - Hujan lebat di kawasan perbukatan Menoreh mengakibatkan bencana tanah longsor di Dusun Basongan, Kalisalak, Salaman, pada Kamis (1/2/2024). Nahasnya, satu rumah milik Wainah (70) roboh dan rata dengan tanah lantaran terkena material longsoran.


Longsor itu berasal dari tebing setinggi 15 meter dengan panjang 15 meter. 


“Longsoran itu terjadi karena hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di wilayah tersebut," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono, Jumat (2/2/2024).


Sehingga rumah yang ditempati Wainah itu roboh dan mengalami kerusakan berat. Beruntung saat longsor terjadi, Wainah tidak berada di rumahnya. Saat ini, dia mengungsi ke rumah putranya bernama Muhammad Yunus (34) yang masih tinggal satu dusun dengannya.


Sementara itu, Kepala Desa Kalisalak Abdul Khamid mengatakan, rumah yang roboh tersebut milik Wainah. Kejadian longsor itu diperkirakan terjadi sekitar 20.30 WIB. Rumahnya kosong. Saat kejadian di kwasan tersebut hujan deras berintensitas tinggi.


"Kejadian longsor itu sudah ditangani. Kejadian tepat waktunya (longsor) tidak tahu karena yang punya rumah sebelumnya ada perasaan tidak enak, kemudian numpang di rumah saudaranya," jelasnya.


Dia mengungkapkan, pemilik baru mengetahui rumahnya roboh saat hendak pulang untuk salat Subuh. Dia kaget, rumahnya sudah ambruk. 


“Pas kejadian rumah kosong. Tadi malam daerah Salaman hujan sejak habis Magrib sampai malam dan lebat," kata dia.


Akibat longsor itu, kondisi rumah rusak berat dan tidak memungkinkan untuk dibangun kembali. Kerugiannya ditaksir mencapai Rp 15 juta. 


“Rencana (Wainah) mau ikut anaknya saja. Disarankan untuk tidak ditempati lagi karena lokasinya memang rawan," imbuhnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang