Anak Lintas Agama Belajar Toleransi Sejak Dini Lewat Lomba Mewarnai

Dilihat 41 kali
Lebih dari 170 anak usia sekolah TK hingga SD mengikuti lomba mewarnai bertema "Moderasi Beragama".

BERITAMAGELANG.ID - Gelak tawa dan canda ria ratusan anak-anak memenuhi area Bimbingan Belajar (Bimbel) Rumah Pintar, Kelurahan Mendut, Kabupaten Magelang, Sabtu (1/8/2026). Di atas meja-meja kecil, tumpukan krayon dan pensil warna berjajar rapi. Sekilas, kegiatan ini tampak seperti lomba mewarnai anak pada umumnya. Namun, jika dicermati lebih dekat, ada pesan besar yang sedang dirajut oleh jemari-jemari mungil tersebut, yaitu pesan tentang keharmonisan dan persaudaraan lintas iman.

Lebih dari 170 anak usia sekolah TK hingga SD berkumpul bersama. Mereka bukan hanya datang dari latar belakang dusun yang berbeda, melainkan juga memeluk latar belakang agama yang beragam, mulai dari Islam, Katolik, Kristen, Hindu, hingga Buddha. Lomba mewarnai bertema "Moderasi Beragama" ini diselenggarakan atas kolaborasi antara Rumah Pintar Mendut dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Mendut, Andri Yenny, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan inklusif ini. Menurutnya, penanaman nilai-nilai kerukunan sejak usia dini merupakan langkah strategis dalam membangun fondasi karakter masyarakat yang inklusif di Kelurahan Mendut.

"Penanaman nilai moderasi beragama dan toleransi sejak usia dini sangat penting. Masa anak-anak adalah golden age, fase emas pembentukan karakter dengan daya serap mental yang sangat tinggi. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mengenalkan arti penting saling menghormati di tengah perbedaan," tutur Yenny saat memberikan tanggapannya.

Andri Yenny merinci, dari goresan warna-warni karya anak-anak, tersirat lima harapan besar Pemerintah Kelurahan Mendut bagi masa depan generasi muda, yaitu anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan jiwa toleran, tertanamnya rasa saling menghormati antarsesama sejak dini, warna-warni gambar menjadi cerminan indahnya kerukunan hidup bersama, anak-anak memahami secara mendalam arti menghargai perbedaan.

Penyelenggara sekaligus Owner Bimbel Rumah Pintar, Lelly menambahkan, kolaborasi ini bertujuan untuk menyediakan ruang edukasi yang menyenangkan namun sarat makna. Seni mewarnai dipilih sebagai media karena sifatnya yang universal dan mudah diterima oleh anak-anak dari segala jenjang usia.

Dosen Pembimbing Lapangan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Muh Fatkhan menekankan, indikator keberhasilan kegiatan KKN tidak hanya diukur dari terselenggaranya acara, melainkan dari sejauh mana mahasiswa mampu merangkul dan menggerakkan partisipasi aktif anak-anak di lokasi KKN.

Suasana hangat juga dirasakan oleh para orang tua yang setia mendampingi di luar area perlombaan. Sella, warga Dusun Ngrajek yang mendampingi putrinya, Lintang (siswi TK B), mengaku sangat bersyukur dapat mengikutsertakan anaknya dalam ajang perdana ini.

"Bagi saya sebagai orang tua, fokusnya bukan pada mengejar gelar juara atau hasil karya semata. Yang terpenting adalah bagaimana anak belajar berani tampil, bersosialisasi, dan mendapatkan teman-teman baru dari berbagai latar belakang," ungkap Sella.

Antusiasme serupa terpancar dari wajah polos para peserta. Aurel, siswi kelas 6 SD yang datang meramaikan lomba bersama lima orang temannya, mengaku sangat menikmati jalannya kegiatan meskipun sempat merasa tertantang saat mewarnai detail gambar.

"Mewarnainya lumayan susah, tapi paling seru waktu mewarnai bagian orang-orangnya. Senang banget bisa mewarnai bareng teman-teman di sini, jadi makin rame!" ujar Aurel ceria.

Melalui coretan krayon sederhana dan paduan warna-warni pensil di Rumah Pintar Mendut, lebih dari 170 anak telah membuktikan bahwa perbedaan bukanlah pembatas, melainkan perpaduan warna indah yang menyatukan masyarakat sejak dini.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Lebih dari 3000 peserta padati Fun Bike "Gowes Kemerdekaan" dan Senam Bersama HUT ke-81 RI di Kabupaten Magelang. Bukan sekadar olahraga, momen ini jadi ajang perekat keharmonisan antara pemerintah, media, dan warga. Kayuh terus semangatnya🚴 Kamu ikutan juga tadi?

♬ original sound - kominfomagelang