Overthinking Tak Selalu karena Gangguan Jin, Kenali Bedanya dengan Masalah Psikologis

Dilihat 51 kali
Ustaz Muhammad Faizar membedah bagaimana keterkaitan antara gangguan jin, dorongan nafsu, dan kondisi psikologis manusia sebenarnya memiliki keterikatan, Sabtu (1/8/2026).

BERITAMAGELANG.ID - Di tengah maraknya perbincangan mengenai kesehatan mental dan fenomena kecemasan, ada sudut pandang spiritual yang kerap luput dari perhatian. Dalam sebuah kajian Islam Majelis Taklim Sahabat Muslimah Muntilan (MT Salima) di Joglo Ngawen Dairy Farm, Muntilan, Ustaz Muhammad Faizar membedah bagaimana keterkaitan antara gangguan jin, dorongan nafsu, dan kondisi psikologis manusia sebenarnya memiliki keterikatan, Sabtu (1/8/2026).

Perjalanan gangguan ini sejatinya telah bermula sejak sumpahnya Iblis di hadapan Allah SWT ketika diusir dari surga. Pendakwah yang dikenal fokus pada dunia ruqyah syar'iyyah ini menjelaskan, target utama Iblis bukan sekadar membuat manusia bermaksiat secara fisik, melainkan merusak benteng batinnya.

"Iblis bersumpah akan mendatangi manusia dari depan, belakang, kanan, dan kiri. Ujung dari godaan itu sederhana namun mematikan, membuat manusia lupa bersyukur atas nikmat Allah," tegas Ustaz Muhammad Faizar di hadapan para jemaah.

Ustaz menambahkan, jebakan ketidakpuasan menjadi pintu masuk paling ampuh. Manusia sering kali baru menyadari berharganya suatu nikmat ketika nikmat tersebut telah dicabut, sementara setan terus memprovokasi agar manusia selalu merasa rumput tetangga lebih hijau.

Suasana kajian semakin hangat saat memasuki sesi interaktif. Berbagai kekhawatiran jamaah mengenai batasan antara masalah kesehatan mental dan gangguan mistis mulai terurai.

Salah seorang jemaah, Siti Rahma asal Muntilan melontarkan keresahannya mengenai rasa cemas berlebih dan kecenderungan overthinking yang sering kali menguras energi fisiknya. Ia mempertanyakan apakah kondisi lemah dan cemas tersebut merupakan indikasi adanya penempelan Jin Qorin atau pengaruh khodam.

Menjawab kekhawatiran tersebut, Ustadz Muhammad Faizar meminta masyarakat untuk bersikap rasional dan tidak terburu-buru menyimpulkan setiap gejala psikologis sebagai bentuk kesurupan. Beliau menekankan perbedaan mendasar antara Jin Qorin dan Jin Khodam.

"Qorin adalah pendamping bawaan setiap manusia sejak lahir yang bertugas membisikkan keraguan dan rasa takut. Namun perlu diingat, Qorin tidak memiliki kuasa untuk mengendalikan tubuh manusia secara langsung. Ia hanya membisikkan prasangka buruk atau kekhawatiran," terang Ustadz Faizar.

Berbeda dengan Qorin yang melekat seumur hidup, lanjut ustaz, Khodam merupakan jin pelayan yang hadir akibat ritual tertentu dan keberadaannya bisa dihilangkan. Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak dengan mudah mengkambinghitamkan fenomena gaib saat mengalami masalah kecemasan.

Keresahan lain muncul dari jemaah bernama Ahmad Ridwan asal Secang yang mengeluhkan sulitnya mengendalikan emosi yang meledak-ledak. Emosi yang tak terkontrol tersebut kerap menyisakan rasa sesak di dada dan pikiran yang gelap.

Menanggapi pertanyaan Ahmad, Ustaz Muhammad Faizar menjelaskan, fenomena amarah yang tak terkendali berkaitan erat dengan aspek perlindungan jiwa (Hifzhun Nafs). Setan sangat mahir memanfaatkan celah emosional manusia untuk merusak ketenangan batin.

"Marah itu berasal dari setan, dan setan diciptakan dari api. Rasulullah Saw telah mengajarkan penawarnya yang sangat praktis, padamkan dengan air melalui wudu," paparnya.

Menurutnya, setan sangat mudah menempel dan memengaruhi jiwa yang menyimpan endapan emosi negatif terpendam serta kekerasan hati.

Di akhir pemaparannya, Ustaz Muhammad Faizar menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam memandang kesehatan mental. Dalam Islam, tidak ada pemisahan kaku antara kesehatan psikologis dan perlindungan spiritual.

Mengutip Al-Qur'an Surat Al-A'raf ayat 201, ia mengingatkan, orang yang bertakwa bukannya tidak pernah digoda atau mengalami gangguan emosional (tha'if), melainkan mereka memiliki ketahanan untuk segera ingat kepada Allah begitu godaan itu datang.

"Proses Tazkiyatun Nafs atau pembersihan jiwa adalah kunci. Ketika batin kita bersih dari penyakit hati, syaitan tidak akan menemukan celah untuk bersemayam," pungkasnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Lebih dari 3000 peserta padati Fun Bike "Gowes Kemerdekaan" dan Senam Bersama HUT ke-81 RI di Kabupaten Magelang. Bukan sekadar olahraga, momen ini jadi ajang perekat keharmonisan antara pemerintah, media, dan warga. Kayuh terus semangatnya🚴 Kamu ikutan juga tadi?

♬ original sound - kominfomagelang