BPBD Tangani Dampak Bencana Hidrometeorologi di Borobudur

Dilihat 2903 kali

BERITAMAGELANG.ID - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda 3 Kecamatan di Kabupaten Magelang pada Selasa (7/2/2023) mengakibatkan kerusakan di beberapa bangunan yang ada di Kecamatan Borobudur dan sekitarnya. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang melakukan proses penanganan dampak bencana tersebut pada Rabu (8/2/2023).


"Kemarin, pohon tumbang menutup akses jalan, pohon tumbang menimpa rumah, bahkan di belakang kita ini, salah satu bangunan Balkondes Wanurejo roboh yang diakibatkan oleh angin kencang tersebut. Kejadian kemarin juga tidak ada korban jiwa, tapi ada korban luka ringan yang sudah mendapatkan perawatan," ungkap Edi Wasono, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang saat melakukan penanganan pasca bencana pada Rabu (8/2/2023) di Balkondes Wanurejo, Kecamatan Borobudur bersama FPRB, Damkar, Satpol PP, relawan dan warga.


Terkait dengan penanganan bangunan dan dampak lainnya, Edi mengungkapkan akan berkoordinasi dengan DPRKP, Dinsos, DPU dan pihak terkait lainnya.


"Langkah ke depan yang akan kita lakukan tentunya untuk membantu pemulihan kondisi pasca bencana," lanjut Edi.


Sementara FPRB (Forum Pengurangan Resiko Bencana) Kecamatan Borobudur sejak hari kejadian bencana hingga penanganan pasca bencana melakukan assestmen dibantu FPRB Desa Borobudur dan desa terdekat dampak bencana, berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Magelang, TNI, POLRI, Kecamatan Borobudur, dan masyarakat.


Untuk itu, dalam rangka memudahkan koordinasi dengan sesama relawan, FPRB Kecamatan Borobudur mendirikan Posko di Balai Desa Karangrejo. Kurang lebih sekitar 150 personil relawan yang bergabung di Posko tersebut.


"Kami mendirikan posko di Balai Desa Karangrejo. Tujuannya untuk membantu teman-teman relawan yang ingin bergabung menangani bencana hari ini. Kami plot untuk satu pintu di beberapa titik yang belum tertangani," terang Nur Fauzan, Ketua FPRB Kecamatan Borobudur.


Menurutnya, TWC Borobudur dan DPRKP Kabupaten Magelang sudah melakukan pendataan untuk bantuan dana pada korban bencana. Saat ini, warga masyarakat sekitar saling membantu terkait logistik, dan kerja bakti di rumah yang mengalami kerusakan.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang