Gerakan Peduli Lingkungan Ditanamkan Sejak Dini di Sekolah Adiwiyata

Dilihat 53 kali
Secara simbolis, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Magelang, Budi Purnomo menyerahkan bantuan tempat sampah.

BERITAMAGELANG.ID - Menjaga kebersihan lingkungan yang melibatkan anak-anak sekolah, merupakan program yang sangat bagus untuk direalisasikan, dan harus mendapatkan dukungan semua pihak. Karena menjaga lingkungan bersih, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat dan kalangan pendidikan.

"Gerakan Sekolah Adiwiyata ini sangat bagus, dan DPRD mendukung secara penuh," demikian disampaikan Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Magelang, Budi Purnomo, pada Sosialisasi Program Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata (Aksi Jenaka) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, di Pendopo Pasar Tani Morosuko, Tegalarum, Borobudur, Jumat (12/6/2026).

Gerakan peduli lingkungan, menurut Budi, harus ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah, agar bisa membentuk karakter anak yang peduli terhadap kebersihan lingkungan hidup, penghijauan, konservasi air dan lainnya.

"Karena siswa sudah dilatih untuk tidak membuang sampah sembarangan, pemanfaatan bersih, energi listrik dan lainnya," lanjutnya.

DPRD Kabupaten Magelang sangat mengapresiasi program Sekolah Adiwiyata melalui kegiatan Aksi Jenaka DLH.

"Kami berharap program ini bisa menjangkau sekolah, minimal setiap kecamatan di Kabupaten Magelang ada Sekolah Adiwiyata, sebagai sumbu penyemangat sekolah lain," harapnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PSPKLH) pada DLH Kabupaten Magelang, Uswatun Wulandari mengatakan, terus meningkatkan program Aksi Jenaka tahun 2026 sebagai upaya percepatan pelaksanaan program sekolah Adiwiyata di Kabupaten Magelang. Sekolah Adiwiyata mendorong terbentuknya perilaku peduli lingkungan hidup, baik di sekolah maupun di masyarakat.

Untuk mewujudkan dan melaksanaan program tersebut, melibatkan 11 sekolah agar lingkungan hidup tetap terjaga, sehingga program harus dilakukan secara optimal, baik melalui pembangunan dan pemuatan jejaring multi pihak.

Staf Pengendali Dampak Lingkungan pada DLH Kabupaten Magelang, Sambodo menjelaskan, ada beberapa indikator program sekolah Adiwiyata, diantaranya meningkatkan lingkungan hidup, peduli dan berperilaku ramah serta berbudaya bersih lingkungan, dan jaringan kerja Adiwiyata, sebagai upaya percepatan pelaksanaan program sekolah Adiwiyata.

Meliputi kebijakan, proses pembelajaran, kegiatan bersifat partisipatif dan sarana prasarana di sekolah, tentang aspek lingkungan hidup, kebersihan, sanitasi, penghematan air, pembuatan lubang biopori, sumur resapan dan lainnya.

11 sekolah Adiwiyata tahun 2026 tersebut yaitu SMKN 1 Kecamatan Salam, SLB Ma'arif Muntilan, SMP Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan, SMP Pangudi luhur Srumbung, MTsN 1 Borobudur, SDN Girikulon Secang, SDN Karanganyar Borobudur, SD Kanisius Sukorejo 2 Mertoyudan, SD Muhammadiyah 1 Muntilan, MIN 5 Magelang, dan SMPN 2 Borobudur.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar