BERITAMAGELANG.ID - Aktifitas vulkanis Gunung Merapi kembali mengeluarkan lava dan awan panas, Sabtu (02/03). Guguran lava dan awan panas itu terjadi sebanyak tujuh kali dengan jarak luncur maksimum dua kilometer.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat lima guguran lava dan awan panas pertama terjadi dengan jarak luncur maksimum dua kilometer.
Sedangkan sesuai data dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Pos Ngepos Desa Ngablak Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang awan panas guguran itu tercatat sebanyak tujuh kali tepatnya terjadi pada 04.51 WIB hingga 05.40 WIB dengan jarak luncur mengarah Kali Gendol Yogyakarta.
"Jarak luncuran tersebut merupakan yang terpanjang semenjak aktivitas vulkanis Gunung Merapi terjadi peningkatan," kata Petugas PGM Ngepos, Triyono saat ditemui BeritaMagelang.id.
Meski demikian hingga kini status Gunung Merapi masih di level dua, Waspada.
"Warga untuk tetap tenang dan mengantisipasi dampak hujan abu vulkanik dari aktifitas awan panas itu," imbuhnya.
Guna keamanan, BPPTKG masih melakukan penutupan pada radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Penetapan zona bahaya bagi wisatawan maupun warga masyarakat sekitar masih berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar