BERITAMAGELANG.ID - Aksi mogok pedagang daging ayam di Kota dan Kabupaten Magelang masih berlanjut hingga Senin (23/07).
Salah satu pedagang daging ayam potong dari Desa Sraten, Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang, Himawan mengatakan, para pedagang terpaksa libur berjualan karena harga beli ayam dari produsen masih tinggi.
"Dari peternak harga ayam Rp. 25.000 per kilogram. Ditambah biaya transport dan potong harga jual jadi Rp. 35.000," ujar Himawan.
Menurut Wawan idealnya harga ayam dari kandang kisaran Rp 15.000. Sehingga harga jual terjangkau bagi masyarakat yakni Rp 25.000/kg.
"Harga jual tinggi itu membuat pembeli sepi. Beresiko omzet pedagang turun," lanjutnya.
Kenaikan harga yang berbuntut dengan aksi mogok ini diduga dampak paska panen para peternak yang bersamaan.
"Sejak panen pertama sudah tinggi. Hanya berselang 4 hari, atau akhir panen harga sudah naik menjadi Rp. 25.000/kg," jelas Wawan salah satu peternak di wilayah Kecamatan Srumbung.
Meski mendapat protes dari para pembeli, peternak tidak bisa berbuat banyak lantaran mereka mengikuti harga yang berkembang di pasaran.
"Kita peternak kan pola kemitraan. Semua harga ditentukan dari sana, jadi penyebabnya tidak faham," tambahnya.
Akibat aksi mogok para pedagang sejak Minggu (22/07) kemarin, stok daging ayam di wilayah kota dan Kabupaten Magelang langka. Jika pun ada, harganya melambung tinggi antara Rp. 35.000 - Rp. 40.000/kg.
@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar