BERITAMAGELANG.ID - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mendorong koperasi Merah Putih di Candirejo Borobudur untuk berkolaborasi dengan BumDes setempat. Kerja sama ini untuk saling menguatkan.
"Jadi jangan saling mematikan justru harus saling menguatkan antara koperasi dengan BUMDes yang sudah ada," imbau Zulkifli saat melakukan kunjungan ke Koperasi Merah Putih di Desa Candirejo Kecamatan Borobudur, Kamis (28/8) malam.
Zulhas, panggilan akrabnya, juga menekankan pentingnya koperasi Merah Putih memiliki usaha yang disesuaikan dengan potensi yang ada di desa tersebut. Misal yang diperlukan minyak goreng, gula, beras, maka harus ada warungnya.
"Namun apabila potensinya wisata dan yang diperlukan sepeda onthel, maka itu yang dijadikan usaha. Jangan justru menyediakan pupuk, karena tidak ada sawahnya," katanya.
Pada intinya, bagaimana di desa itu bisa lahir pusat-pusat kegiatan ekonomi. Sehingga anak-anak muda bisa berlatih, mengembangkan diri dan bisa menjadi pengusaha atau enterpreneur.
Ia menyebutkan, di wilayah Jateng ada sekitar 1.700 koperasi Merah Putih yang sudah beroperasi. Diharapkan, pada bulan ini, di seluruh Indonesia sudah ada 10 ribu koperasi yang beroperasi.
Diakuinya, memang ada kendala plafon pinjaman. Namun ia berharap dalam waktu dekat sudah selesai.
Dalam kesempatan itu, Zulhas mengingatkan bahwa Koperasi Merah Putih ini tidak bagi-bagi uang, namun harus kerja keras.
"Koperasi merupakan sarana usaha, untuk pemberdayaan bukan bagi-bagi uang seperti dulu. Pinjam dikoperasi tapi tidak dikembalikan," ujarnya.
Karenanya, akan dibentuk satgas. Di tingkat kabupaten ketuanya bupati dan diurusi seluruh aparaturnya. Maka kalau masalah tidak bisa diselesaikan oleh pengurus, bisa diselesaikan oleh satgas.
"Kalau satgas tidak bisa mengatasi ada saya, ada Menko, ada Menteri. Kalau kami tidak bisa mengatasi, kami lapor Presiden," tegasnya.
Dijelaskan pula, di setiap koperasi akan ada dua PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja), yang digaji oleh pemerintah. Selain itu ada pelatihan, ada modulnya. Untuk pelatihan tidak dilaksanakan di hotel, biar pengurus membaca dan harus belajar dan kerja keras.
Dalam hal ini, masyarakat dilatih cara yang benar, bukan dengan cara yang enak dan yang mudah.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji dalam kesempatan itu mengatakan, tiap desa akan didata potensinya. Sehingga akan diketahui supply & demand. Maka, koperasi desa akan bergerak sesuai potensinya.
"Jadi tidak perlu memaksakan diri, tidak harus satu desa satu koperasi. Tapi bisa tiga desa dijadikan satu, bersama-sama memetakan potensi usahanya yang tentunya bernilai ekonomis," pesan Bupati Grengseng.
Ia menyebutkan, di Borobudur BUMDes sudah berjalan. Dari 20 desa yang ada di Borobudur, ada BUMDes yang sudah bekerja sama dengan In Journey.
"Ini sudah jalan, kalau misal polanya berbasis potensi, maka insya Alloh mohon dukungan pak Menko, kami bersama Dinas Koperasi Kabupaten Magelang akan segera memetakan potensi," tegasnya.
Di sisi lain, Kades Candirejo Borobudur, Singgih Suyanto menyampaikan, koperasi Merah Putih untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.
"Setiap potensi yang ada kita sifatnya melayani masyarakat dan koperasinya bisa menghidupi lembaganya sendiri," tuturnya.
Dengan adanya koperasi ini, maka seminimal mungkin untuk menghindari pinjaman uang dari pemerintah. Koperasi akan memanfaatkan simpanan pokok, simpanan wajib, juga bisa kerja sama dengan koperasi wisata yang ada.
"Daripada meminjam bank, lebih baik di koperasi ini," imbuhnya.
Ia menekankan, untuk mengembangkan koperasi yang penting telaten. Apa yang bisa diangkat dan digarap itu yang dikerjakan.
0 Komentar