BERITAMAGELANG.ID - Kemarau panjang tahun ini telah menyebabkan sumber air di beberapa tempat Kabupaten Magelang mengering. Wargapun mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Muhammadiyah Kabupaten Magelang melalui MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center), berupaya meringankan beban masyarakat yang terdampak kemarau dengan melakukan dropping air bersih. Hal itu dilakukan sejak September 2023.
Akun instagram mdmc.magelang pada Senin (6/11) menyebutkan kegiatan droping kebutuhan air bersih untuk warga masyarakat telah berlangsung sejak September 2023.
Koordinator Tanggap Darurat MDMC, Ichwan Harisudin mengungkapkan kegiatan MDMC tersebut didukung Relawan Muhammadiyah.
"Sampai dengan tanggal 6 November 2023 kemarin, dropping air bersih sudah mencapai 465.160 liter. Air sejumlah itu didistribusikan kepada 3.741 warga masyarakat yang tinggal di 11 wilayah Kecamatan terdampak," ujarnya.
Selain itu dropping air bersih juga dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan masjid, musala, pesantren, sekolah yang membutuhkan.
"Semuanya di 15 tempat," jelas Ichwan.
11 kecamatan tersebut meliputi Salaman, Borobudur, Sawangan, Pakis, Candimullyo, Tegalrejo, Muntilan, Ngluwar, Mungkid, Grabag, dan Ngablak.
Ichwan menjelaskan bantuan air bersih bagi warga itu terselenggara berkat dukungan dana anggaran dari Lazismu Kabupaten Magelang daerah, kantor layanan cabang, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Organisasi Otonom (Ortom), jamaah Muhammadiyah, dan simpatisan.
Water treatment portabel
Kegiatan untuk membantu warga yang mengalami kesulitan air tersebut melibatkan 115 personil. Pengangkutan air menuju lokasi warga terdampak menggunakan 17 kendaraan.
Tidak saja melakukan dropping air bersih, MDMC juga melakukan droping air minum bagi warga.
"Kita mendapat bantuan Water Treatment Portable dari humanity matter Temasek Fondation Singapura. Alat ini bisa digunakan untuk mengolah air bersih siap minum. Pas kemarau alat ini bisa dimanfaatkan," jelas Ichwan.
Oleh karena itu, katanya, pengiriman ke lokasi terdampak, MDMC menggunakan galon air berisi 15 liter. Hingga saat ini pihaknya sudah mengirim 1.060 galon.
Selain melaksanakan droping air minum dan air bersih, MDMC juga membantu masyarakat dalam bentuk mesin pompa air.
"Harapannya, dengan mesin pompa air, masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan mendasar itu," harapnya.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar