Usai Hujan Abu Vulkanik, Aktivitas Warga Merapi Kembali Normal

Dilihat 3233 kali
Aktifitas warga di Pos PGM Ngepos Srumbung Kabupaten Magelang, Selasa (15/10)

BERITAMAGELANG.ID - Setelah awan panas, letusan Gunung Merapi disertai hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah Kabupaten Magelang pada Senin (14/10) malam, tidak mempengaruhi aktivitas warga.


Kondisi itu terlihat di pasar tradisional Ngepos Desa Ngablak Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang Selasa (15/10).


Salah satu pedagang, Wati (30) mengatakan saat itu tidak mengetahui jika terjadi erupsi, lantaran wilayah Srumbung tertutup kabut.


"Malah dapat info dari HP (media sosial), di sini kabut merapi tidak terlihat," kata Wati.


Begitupun saat hujan abu vulkanik terjadi, menurut Wati warga yang berada di sekitar Pos Pengamatan Gunung Merapi Ngepos tidak panik.


"Saya keluar rumah ternyata hujan abu tipis," lanjutnya.


Diberitakan sebelumnya, sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Magelang mengalami hujan abu vulkanik setelah letusan, Senin (14/10) pukul 16.30 WIB. Ketinggian kolom mencapai 3.000 meter dengan durasi 270 detik dan amplitudo tercata 75 milimeter.


Sementara hingga Selasa (15/10) pagi, visual Gunung Merapi dari Pos Ngepos juga tidak terlihat akibat tertutup kabut.


"Setelah letusan dan awan panas hingga saat ini aktivitas Gunung Merapi kembali normal," jelas Pengamat Gunung Merapi Pos Ngepos, Purwoto.


Lebih lanjut ia menambahkan, data rekam Gunung Merapi juga saat ini kembali normal. Data seismik (aktivitas magma) Merapi normal. Tidak ada peningkatan.


"Aman, aktivitas juga tercatat normal," tandasnya.


Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan status Gunung Merapi berstatus waspada (level II). Jarak bahaya tiga kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. 


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang