BERITAMAGELANG.ID - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2025 disambut dengan semangat kebangsaan dan kepedulian lingkungan oleh para pelajar di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Di berbagai sekolah, termasuk SDN Ngablak 1, upacara bendera digelar khidmat pada Jumat pagi, sebagai bentuk penghormatan terhadap Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara.
Yang menarik, seluruh peserta upacaraâbaik guru maupun siswaâmengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Pemandangan ini mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta memperkuat cinta tanah air dan keberagaman budaya nusantara.
Bertindak sebagai pembina upacara di SDN Ngablak 1 adalah Kepala Sekolah, Wartiningsih. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan pendidikan berkualitas.
âPartisipasi semesta wujudkan pendidikan bermutu untuk semua,â ujarnya, mengutip tema Hardiknas 2025.
Wartiningsih menegaskan bahwa keterlibatan semua elemenâpemerintah, pendidik, peserta didik, keluarga, hingga masyarakatâmenjadi kunci dalam membangun sistem pendidikan yang adil dan inklusif.
Sementara itu, Harti, Kepala SDN Tejosari Kecamatan Ngablak, menyampaikan bahwa kegiatan peringatan Hardiknas bukan sekadar seremonial.
âIni menjadi sarana menumbuhkan semangat belajar, nasionalisme, dan kecintaan terhadap budaya bangsa,â ungkapnya.
Usai upacara, semangat nasionalisme dan pendidikan berlanjut melalui aksi nyata: kampanye peduli lingkungan hidup. Di SDN Ngablak 1, sebanyak 177 siswa dari kelas 1 hingga 6 turut ambil bagian. Mereka berkeliling desa Ngablak membawa poster ajakan untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Setiani, guru SDN Ngablak 1, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
âKami ingin siswa, guru, dan masyarakat sekitar sadar akan pentingnya melestarikan lingkungan hidup,â tuturnya.
Ia menambahkan, melalui perpaduan kegiatan akademik dan non-akademik seperti ini, siswa dapat belajar menjadi agen perubahan yang mencintai bumi dan bangsanya. âSemoga kegiatan ini memotivasi seluruh warga sekolah untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan dan lingkungan,â pungkas Setiani penuh semangat.
Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, pelajar Ngablak tidak hanya memperingati jasa Ki Hajar Dewantara, tetapi juga membawa pesan perubahan: pendidikan dan pelestarian lingkungan adalah fondasi masa depan bangsa.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar