BERITAMAGELANG.ID-Unit Lidi (Layanan Inklusi Disabilitas) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mengadakan kegiatan reorganisasi Unit Layanan Inklusi Disabilitas untuk memperkuat kapasitas penanggulangan bencana yang inklusif. Acara yang berlangsung di Gedung TEA Tanjung Muntilan pada Senin, 27 Mei 2024, ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari komunitas disabilitas, organisasi non-pemerintah, instansi pemerintah.
Kepala BPBD Kabupaten Magelang melalui Kasi Pencegahan, Agus Rozali, dalam sambutannya menegaskan pentingnya reorganisasi. Ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan respons bencana yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. "Kita harus memastikan bahwa layanan penanggulangan bencana dapat diakses oleh semua warga, tanpa terkecuali. Reorganisasi ini adalah langkah nyata untuk mewujudkan inklusi dalam setiap aspek penanganan bencana," ujar Agus Rozali.
Reorganisasi tersebut mencakup restrukturisasi tim, peningkatan jumlah personel. Selain itu, BPBD Kabupaten Magelang juga merancang program pelatihan berkala untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam memberikan layanan yang inklusif selama situasi darurat.
Sementara itu perwakilan Unit LIDi PB Propinsi Jawa tengah, Kasihan, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif BPBD ini. "Kami sangat menghargai perhatian dan komitmen BPBD Kabupaten Magelang terhadap kebutuhan kami. Dengan adanya unit layanan yang lebih inklusif, kami merasa lebih aman dan terlindungi saat terjadi bencana," kata Kasihan.
Selama kegiatan reorganisasi, Pemilihan dilaksanakan secara Voting tertutup. Dan terdapat 5 Calon Ketua ULD PB Kab Magelang diantaranya adalah 1. Nurhidayat (ULD PB) 2. Tatik Styowati (FODIS) 3. Mariyat (Bina Akses) 4. Beni Sasongko (YPTM) 5. Marsono (ULD PB) dan Dalam voting yang melibatkan seluruh peserta rapat dihasilkan BPK Nurhidayat terpilih sebagai ketua ULD PB periode 2024-2027 dengan perolehan suara 9, Tatik Setyowati sekertaris dan dibentuk pula 4 bidang/devisi, diantaranya Bidang data dan informasi, Kajian dan perencanaan, Peningkatan Kapasitas, dan Kedaruratan dan pasca bencana.
Dengan langkah reorganisasi ini, BPBD Kabupaten Magelang berharap dapat meningkatkan responsivitas dan inklusivitas dalam penanganan bencana di wilayahnya. Hal ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar