BERITAMAGELANG.ID - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Magelang meluncurkan program unggulan PKK Sahabat Anak sebagai langkah nyata memperkuat perlindungan, pembentukan karakter, edukasi kesehatan dan seksualitas, parenting, serta skrining kesehatan jiwa anak di Kabupaten Magelang.
Program tersebut diluncurkan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Magelang, Dian Grengseng Pamuji, dalam kegiatan kebersamaan dan penguatan kapasitas TP PKK di Nestra Cafe, Kaliangkrik, Kamis (20/8/2026).
Dian mengatakan, PKK Sahabat Anak dirancang untuk memberikan pendampingan yang lebih menyeluruh kepada anak, sekaligus memperkuat peran keluarga dalam menciptakan lingkungan tumbuh yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan anak.
"Program ini merupakan upaya untuk penguatan karakter anak, edukasi perlindungan diri dan seksualitas, parenting, serta skrining kesehatan jiwa anak," ujarnya.
Untuk tahap awal, program tersebut menyasar anak usia 3-9 tahun. Selanjutnya, cakupan sasaran diharapkan dapat diperluas hingga anak usia remaja.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kegiatan sesaat, tetapi menargetkan pelaksanaannya secara rutin, yakni satu kali setiap bulan, sehingga semakin banyak anak dan keluarga yang dapat memperoleh manfaat.
"Dengan dilaksanakan satu bulan sekali, sasarannya semakin luas dan kemanfaatan yang diterima oleh anak-anak juga semakin luas," katanya.
Sebelum resmi diluncurkan, sejumlah kegiatan yang menjadi bagian dari PKK Sahabat Anak telah dilaksanakan di berbagai wilayah Kabupaten Magelang.
Di antaranya pemantauan pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada layanan PAUD secara serentak se-Kabupaten Magelang pada Juni. Selain itu, TP PKK juga melakukan monitoring Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 1 Pasangsari, Kecamatan Windusari, dan SDN 1 Kalegen, Kecamatan Bandongan.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan edukasi melalui pembiasaan perilaku positif, permainan edukatif, kebiasaan membaca, literasi anak melalui kuis, hingga pemetaan anak berkebutuhan khusus.
TP PKK juga melaksanakan skrining kesehatan jiwa anak di SDN 1 Banyubiru, Kecamatan Dukun, yang dilanjutkan dengan kegiatan parenting dan konsultasi psikolog.
Untuk memastikan kebutuhan dan hak dasar anak terpenuhi, program ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Sosial Kabupaten Magelang.
Dian menegaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya TP PKK untuk hadir lebih dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi keluarga.
Menurutnya, anak membutuhkan lebih dari sekadar pendidikan. Mereka membutuhkan lingkungan yang mampu memberikan rasa aman, perhatian, perlindungan, serta dukungan terhadap kesehatan fisik dan mentalnya.
Karena itu, PKK Sahabat Anak diharapkan menjadi salah satu gerakan bersama untuk memperkuat keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam tumbuh kembang anak.
"Semoga program ini bisa memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan keluarga di Kabupaten Magelang," harapnya.
Narasumber Psikolog, Virdha Emmalianna Yudha menyampaikan, pelaksanaan PKK Sahabat Anak juga tidak terlepas dari pentingnya kesiapan para kader yang menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan keluarga. Sebab, upaya mendampingi anak dan keluarga membutuhkan kader yang tidak hanya aktif, tetapi juga memiliki ketahanan psikologis dan mampu membangun relasi positif.
"PKK memiliki posisi strategis sebagai penggerak keluarga sekaligus bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. keberhasilan berbagai program PKK tidak hanya ditentukan oleh program yang dijalankan, tetapi juga oleh kekuatan dan kesehatan relasi antaranggota di dalam organisasi," katanya.
Menurutnya, dalam menjalankan organisasi, para kader tentu menghadapi berbagai dinamika, mulai dari perbedaan pendapat, keterbatasan sumber daya, tuntutan waktu, pembagian tugas, hingga perubahan situasi dan rencana.
Kondisi tersebut membutuhkan ketahanan psikologis. Namun, ketahanan psikologis bukan berarti seseorang harus selalu terlihat kuat, selalu tersenyum, atau tidak boleh menunjukkan kelemahan.
"Ketahanan psikologis adalah kemampuan untuk bangkit kembali," ujarnya.
Virdha menekankan, kemampuan tersebut tidak harus dibangun seorang diri. Kader perlu memiliki kesadaran untuk mengenali batas kemampuan dirinya dan memiliki keberanian untuk meminta bantuan ketika menghadapi situasi yang dirasa berat.
Hal itu menjadi semakin penting bagi kader PKK yang berperan mendampingi keluarga dan anak. Menurutnya, relasi positif dan dukungan antaranggota menjadi fondasi agar para kader dapat terus bergerak memberikan manfaat tanpa mengorbankan kesejahteraan psikologis dirinya.
"Relasi positif menjadi kunci utama dalam memelihara resiliensi dan menjaga kewarasan diri kita," lanjutnya.
Ia menambahkan, organisasi yang kuat bukanlah organisasi yang menguras seluruh tenaga anggotanya, melainkan organisasi yang mampu membangun support system di antara anggotanya.
"Menjadi sahabat bagi anak dan keluarga, kader juga perlu memiliki lingkungan organisasi yang saling mendukung, saling menguatkan, dan mampu menjaga keberlangsungan semangat pengabdian," ungkapnya.
Ia berharap, gerakan PKK tidak hanya berbicara tentang seberapa banyak kegiatan yang dapat dilaksanakan, tetapi juga tentang bagaimana membangun ekosistem yang sehat, anak yang terlindungi, keluarga yang kuat, serta kader yang sehat secara psikologis dan mampu terus hadir di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti Ketua TP PKK Kabupaten Magelang, Dian Grengseng Pamuji, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Magelang, Yudi Irawati Sahid beserta seluruh anggota TP PKK Kabupaten Magelang dan Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Magelang, serta dihadiri perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Magelang.
@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar