Sejumlah Pemukiman Lereng Merapi Dilanda Hujan Es

Dilihat 1751 kali
Warga Desa Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang paska hujan es tetap beraktivitas normal

BERITAMAGELANG.ID - Angin kencang disertai butiran es melanda sejumlah pemukiman warga di lereng barat Gunung Merapi Kabupaten Magelang, Jumat (13/2).


Tidak ada korban maupun kerusakan bangunan dalam kejadian tersebut, namun potensi gagal panen mengancam petani.


Salah satu warga Dusun Babadan Desa Paten Kecamatan Dukun, Pandiarjo mengungkapkan saat hujan es terjadi dirinya tengah beraktivitas di ladang.


Kondisi cuaca saat itu terlihat mendung pekat dari arah puncak Merapi. Beberapa kali juga disertai petir.


"Udan (hujan) es sebesar kelereng. Onten thathit (petir) seru banget (sangat keras sekali)," kata Pandi 

yang tetap beraktivitas di ladang.


Pandi memperkirakan hujan es berlangsung sekitar 15menit bersama angin yang cukup kencang.

Tidak ada kepanikan saat butiran es turun, hanya saja warga khawatir hujan ini berdampak terhadap tanaman pertanian mereka.


"Wedine (takutnya) es rusak tanaman sayur beberapa hari mendatang baru terlihat," kata Pandi.


Berdasar kaji cepat BPBD Kabupaten Magelang, hujan es terjadi di lima lokasi yang tersebar di dua kecamatan, yakni Dusun Babadan 1 dan 2, Krinjing, dan Desa Paten Kecamatan Dukun.

Kemudian di Desa Ketep, Wonolelo dan Kapuhan Kecamatan Sawangan.


Saat dihubungi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Wasono menjelaskan hujan es tidak hanya terjadi di Babadan 1 dan 2, namun juga di wilayah Tlogolele, Klakah, serta beberapa area lain yang berada di kawasan Merapi.


"Sesuai laporan, hujan es terjadi sekitar pukul 14.28 dengan durasi sekitar 15 menit," kata Edi.


Menurut Edi, hingga saat ini belum ada laporan kerugian maupun dampak lain akibat terjadinya hujan es tersebut.


"Harapan kami tidak ada kerugian. Kepada masyarakat untuk selalu waspada dan siaga," pesannya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang