Wamenkraf Sebut Perayaan Waisak Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Dilihat 1214 kali
Prosesi pensakralan air suci Waisak di Candi Mendut

BERITAMAGELANG.ID - Perayaan  Trisuci Waisak 2570 Buddha Era di Candi Mendut dan Candi Borobudur memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat di sekitar kawasan Candi Borobudur. Tidak hanya menjalankan ibadah saja melainkan juga dampak ekonomi kreatif masyarakat.

Hal tersebut di katakana Wakil Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif, Irene Siswadi Umar usai upacara penyakralan air suci Waisak 2570 BE di Candi Mendut, Sabtu (30/5/2026) petang.

"Perayaan Trisuci Waisak ini memberikan dampat positif perekonomian masyarakat utamanya ekonomi kreatif. Para umat Buddha yang datang ke sini tidak hanya untuk ibadah saja, melainkan juga bisa datang ke tempat-tempat wisata dan juga kuliner," kata Irene.

Menurutnya, momen perayaan Waisak hampir seluruh hotel dan penginapan di wilayah Magelang penuh bahkan menyebabkan banyak umat yang tidak kebagian penginapan.

Rangkaian perayaan Trisuci Waisak 2570 BE/2026 berlanjut pada Sabtu (30/5/2026) dengan pengambilan air suci di Umbul Jumprit, Temanggung. Selanjutnya dibawa ke Candi Mendut untuk disakralkan.

Air suci tiba di Candi Mendut sekira pukul 14.35 WIB. Selanjutnya diserahkan kepada para biksu untuk disemayamkan di altar candi.

Sekjen DPP Walubi, Y.M. Bhikkhu Kamsai Sumano Mahathera mengungkapkan, air melambangkan kesucian, kebersihan, dan kedamaian Sang Buddha. Air juga memberikan kesegaran dan kehidupan kepada semua makhluk,

"Ketika badan kena air rasanya segar, begitupun saat mandi atau minum. Semua itu tanda kebersihan," ungkapnya, di kompleks Candi Mendut, Sabtu (30/5/2026).

Sebelumnya, api dharma yang diambil dari Mrapen, Grobogan yang sudah tiba di Candi Mendut pada Jumat (29/5/2026). Selanjutnya, api dharma dan air suci akan dibawa dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur dalam Kirab Waisak pada Minggu (31/5/2026).

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang