Wamenkraf Sebut Perayaan Waisak Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Dilihat 67 kali
Prosesi pensakralan air suci Waisak di Candi Mendut

BERITAMAGELANG.ID - Perayaan  Trisuci Waisak 2570 Buddha Era di Candi Mendut dan Candi Borobudur memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat di sekitar kawasan Candi Borobudur. Tidak hanya menjalankan ibadah saja melainkan juga dampak ekonomi kreatif masyarakat.

Hal tersebut di katakana Wakil Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif, Irene Siswadi Umar usai upacara penyakralan air suci Waisak 2570 BE di Candi Mendut, Sabtu (30/5/2026) petang.

"Perayaan Trisuci Waisak ini memberikan dampat positif perekonomian masyarakat utamanya ekonomi kreatif. Para umat Buddha yang datang ke sini tidak hanya untuk ibadah saja, melainkan juga bisa datang ke tempat-tempat wisata dan juga kuliner," kata Irene.

Menurutnya, momen perayaan Waisak hampir seluruh hotel dan penginapan di wilayah Magelang penuh bahkan menyebabkan banyak umat yang tidak kebagian penginapan.

Rangkaian perayaan Trisuci Waisak 2570 BE/2026 berlanjut pada Sabtu (30/5/2026) dengan pengambilan air suci di Umbul Jumprit, Temanggung. Selanjutnya dibawa ke Candi Mendut untuk disakralkan.

Air suci tiba di Candi Mendut sekira pukul 14.35 WIB. Selanjutnya diserahkan kepada para biksu untuk disemayamkan di altar candi.

Sekjen DPP Walubi, Y.M. Bhikkhu Kamsai Sumano Mahathera mengungkapkan, air melambangkan kesucian, kebersihan, dan kedamaian Sang Buddha. Air juga memberikan kesegaran dan kehidupan kepada semua makhluk,

"Ketika badan kena air rasanya segar, begitupun saat mandi atau minum. Semua itu tanda kebersihan," ungkapnya, di kompleks Candi Mendut, Sabtu (30/5/2026).

Sebelumnya, api dharma yang diambil dari Mrapen, Grobogan yang sudah tiba di Candi Mendut pada Jumat (29/5/2026). Selanjutnya, api dharma dan air suci akan dibawa dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur dalam Kirab Waisak pada Minggu (31/5/2026).

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.

♬ original sound - kominfomagelang