Wisata Petik Melon Super, Destinasi Baru di Deswita Sabo Dam Nglumut

Dilihat 2538 kali
Greenhouse wisata petik melon di BUMDes Nglumut Kecamatan Srumbung saat masa panen

BERITAMAGELANG.ID - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nglumut Sejahtera di Desa Nglumut Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang sukses mengembangkan budi daya melon hidroponik.


"Dikelola oleh BUMDes yang ke depannya digunakan untuk menanam melon ini, nanti hasilnya dikelola oleh BUMDES dan sebagian hasil ada yang masuk ke pendapatan asli desa (PADes)," kata Kades Nglumut, Imron Suheri saat kegiatan panen perdana buah melon hidroponik, Jumat (22/5/2026).


Menurut Imron, keberhasilan pertanian ini tidak lepas dari penerapan standar operasional yang tepat oleh BUMDes Nglumut Sejahtera.


Selain menjadi destinasi wisata petik buah, pertanian modern ini juga sebagai motor penggerak ekonomi desa yang sangat menguntungkan.


Setelah dibuka dengan panen perdana ini, lanjut Imron, pihaknya akan menerima pengunjung yang berminat wisata petik buah melon.


"Sudah (banyak sekali) yang booking tempat untuk mereka ingin merasakan manisnya, renyahnya dari buah melon ini. Mereka ingin petik sendiri. Itu sensasinya di sini petik sendiri," kata Imron.


Dalam satu pekan diperkirakan lebih dari 500 wisatawan berkunjung ke Desa Wisata yang terkenal penghasil buah salak Nglumut ini.


Menurut Imron, kehadiran greenhouse hidroponik melon ini menambah spot baru wisata di wilayahnya. Karena, tidak saja menikmati buah melon segar nan manis, wisatawan juga dapat mencoba panen buah salak langsung di kebun.


Tidak hanya itu, wisatawan juga dapat menikmati keindahan sabo dam, camping ground, kafe, ataupun tubing di antara pemandangan Gunung Merapi.


"Target kami setelah ini sukses dan nanti menghasilkan yang kita bisa tahu hasil sebenarnya labanya berapa akan kita bangun lagi ke depannya," jelasnya.


Dalam prosesi panen perdana ini turut hadir jajaran Forkopimcam Srumbung, sejumlah petani dari Yogyakarta, dan perangkat desa setempat.


Ketua BUMDes Nglumut Sejahtera, Eko Sigit Nugroho mengungkapkan, dalam greenhouse dengan lebar 9,5 meter dan panjang 24 meter ini terdapat 500 batang tanaman melon jenis Sweet Lavender dan Sunny.


Metode pengairan menggunakan sistem rakit apung yang menghasilkan melon premium dengan panen melimpah. Harga untuk wisatawan masih terjangkau, yakni Rp30.000 per kg.


"Ini dari satu batang tanam hanya satu buah. Jadi kita kejar kualitasnya bukan kuantitasnya. Rata-rata bobot buah 1,8 kg sampai 2 kg lebih, terutama yang lavender," ujar Eko.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang