Industri Pariwisata Di Kabupaten Magelang Diharapkan Segera Bangkit

Dilihat 1825 kali
Bupati Magelang Bersama Praktisi Keuangan dan Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia saat membuka Focus Group Discussion Strategi Pengembangan Desa Wisata Dalam Menghadapi Tataran Normal Baru Pada Sektor Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif.

BERITAMAGELANG.ID-- Untuk menjaga kondisi ekonomi maka salah satu utamanya di sektor pariwisata harus segera bangkit kembali. Hal ini diungkapkan oleh, Bupati Magelang Zaenal Arifin saat menghadiri acara Focus Group Discussion Strategi Pengembangan Desa Wisata Dalam Menghadapi Tataran Normal Baru Pada Sektor Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif di Atria Hotel, Sabtu (11/7/2020).


"Saya yakin para teman-teman pengelola desa wisata sudah rindu untuk menata ekonomi kembali di masa yang akan datang. Kami berharap acara ini akan menjadi momentum penting sebagai awal bangkitnya industri pariwisata di Kabupaten Magelang," kata, Bupati Magelang, Zaenal Arifin dalam sambutannya.

Untuk mendukung kemajuan ekonomi kreatif pariwisata di Kabupaten Magelang, Zaenal juga memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang untuk mempermudah izin-izin UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

"Kita memiliki banyak produk UMKM yang menarik tetapi belum memiliki merk. Maka nanti saya minta kepada Pak Sekda, untuk izin-izin UMKM khususnya mohon diberikan kemudahan (digratiskan) kalau perlu nanti disubsidi pemerintah demi kebangkitan UMKM di Kabupaten Magelang," tuturnya.

Zaenal Menyebutkan, hingga saat ini sudah terdapat 10 destinasi wisata yang sudah mengajukan izin untuk beroperasi kembali. Kendati demikian, semuanya masih menunggu beberapa proses yang harus dilakukan terlebih dahulu sebagai syarat.

"Intinya izin itu bisa diberikan setelah dilakukan simulasi penerapan protokol kesehatannya. Terus paling penting menunggu rekomendasi dan pertimbangan dari Dinas Kesehatan. Karena Dinas Kesehatan inilah yang akan menentukan daerah tersebut masuk zona apa. Kalau dinas kesehatan bilang belum boleh, ya kita tidak bisa memberikan izin," ungkap Zaenal.

Sementara menurut, Praktisi Keuangan dan Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia, Fajar Hutomo mengatakan, keberadaan desa wisata di Kabupaten Magelang turut mewarnai perkembangan ekonomi di sekitar kawasan Candi Borobudur yang merupakan salah satu fokus pengembangan destinasi prioritas pariwisata di Indonesia.

Kemajuan desa wisata akan memberikan perbaikan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, salah satunya dengan keberadaan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang mampu menjadi magnet ekonomi di sekitarnya.

"Banyak potensi yang dimiliki desa wisata di Magelang. Saya sudah merasakannya sendiri. Dari segi daya tarik wisata banyak terdapat wisata alam, wisata budaya, dan wisata edukasi. Begitu juga dengan produk-produk kreatif yang dapat lebih dikembangkan seperti batik, gerabah, susu kambing etawa, dan yang lainnya. Namun yang harus dipikirkan lagi adalah kemasannya," pungkas, Fajar.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar